Kisah Anak Gifted Maria Clara Yubilea, Hobi Mogok Sekolah hingga Minta Homeschool (Bagian I)

Kompas.com - 04/09/2019, 10:07 WIB
Maria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala, yang divonis dokter sebagai anak berkebutuhan khusus, justru menyabet gelar sarjana dengan predikat cum laude pada Sabtu (31/08/2019) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,76 di usianya yang masih 19 tahun!. DOK. PRIBADI/PATRCIA-LALAMaria Clara Yubilea Sidharta atau biasa disapa Lala, yang divonis dokter sebagai anak berkebutuhan khusus, justru menyabet gelar sarjana dengan predikat cum laude pada Sabtu (31/08/2019) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3,76 di usianya yang masih 19 tahun!.

Persyaratan masuk SD saat itu adalah anak sudah bisa calistung. Karena itu sudah jadi panganan sehari-hari Lala kecil, dia pun lolos tes dan dinyatakan bisa masuk SD.

Saat itu, baik Patricia dan Boy belum menyadari bahwa anak mereka meski masih balita tapi kemampuan berpikir sudah melebihi umur.

Sekolah Dasar, si anak suka panjat pohon dan dianggap trouble maker

Perjalanan Lala di SD pun tidak berjalan mulus. Lala kerap dianggap sebagai trouble maker dan beberapa kali pindah sekolah.

Namun akhirnya saat Lala kelas 2 SD, Patricia dan suami sepakat untuk tidak lagi memindahkan Lala ke sekolah lain. Keduanya memaksa Lala untuk bertahan sampai lulus ujian nasional.

Baca juga: Ramai Dibicarakan dalam Hoaks Audrey Yu yang Viral, Apa Sih Sebenarnya Jenius?

"Saya ingat, saya nego sama gurunya, terserah Lala mau di kelas atau enggak, yang penting dia (Lala) sekolah. Apalagi bapak dosen, saya juga mantan guru, kalau anaknya enggak sekolah apa kata dunia," kata Patricia sambil tertawa.

Alih-alih ada di dalam kelas, guru pun melaporkan Lala lebih sering berada di ruang kepala sekolah untuk membaca koran atau di perpustakaan. Bahkan, seringkali Lala berada di sawah atau di atas pohon.

Perilaku Lala yang sangat aktif ini diakui Boy membuat guru-gurunya kewalahan.

"Kita tahunya dia hiperaktif saja," ungkap Boy yang juga menjadi dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Boy bersama istri pun pernah menjemput Lala pulang sekolah, dan rupanya Lala kecil yang masih duduk di bangku SD sedang bermain di atas pohon.

Lala sendiri sudah meminta homeschooling sejak kelas 2 SD. Baik Boy dan Patricia tidak tahu apa itu homeschooling dan dari mana Lala mengenal istilah itu.

Kedua orangtua Lala sekuat tenaga meyakinkan putrinya agar mau tetap menjalani pendidikan SD sampai dia tamat ujian. Setelah itu, baru masalah homeschooling dan lain-lain dibicarakan lagi.

Bersambung ke bagian II.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X