Kompas.com - 29/08/2019, 08:07 WIB

 

KOMPAS.com - Pada zaman sekarang, semakin banyak penyakit yang dapat menyerang siapa saja, dan penyakit tersebut bersifat kronis sehingga dapat menyebabkan kematian. Ada beberapa faktor risiko penyakit yang tidak bisa dihindari oleh kita semua, yaitu faktor usia dan keturunan (gen), tetapi ada juga faktor risiko seperti pola makan yang dapat kita atur.

Berikut adalah anjuran diet untuk mencegah dan menangani sembilan penyakit yang dikutip dari Mayo Clinic: Family Health Book terbitan Intisari.

Penyakit Jantung Koroner

Kolesterol darah yang tinggi dapat menyebabkan menumpuknya lemak (plak) di dalam arteri yang memberi makan jantung (arteri koroner). Akibatnya, terjadi penyempitan arteri dan risiko terkena serangan jantung atau strok pun meningkat.

Diet rendah lemak dan rendah kolesterol dapat mengurangi kadar kolesterol darah dan meminimalisir risiko penyakit jantung koroner. Diet yang disarankan adalah membatasi lemak jenuh hingga 10 persen dari total kalori Anda dan lemak total tidak melebihi 25 persen dari total kalori harian.

Makanan-makanan yang menyehatkan jantung dan dapat mengurangi kolesterol darah adalah makanan beserat tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan; ikan, terutama ikan salmon, makarel, dan herring; dan produk kedelai, seperti tempe, tahu, miso, susu kedelai, dan tepung kedelai.

Baca juga: Serangan Jantung, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganan

Tekanan Darah Tinggi

Jika tekanan darah tinggi dibiarkan, penyakit ini dapat merusak arteri dan meningkatkan risiko terjadinya strok dan penyakit jantung. Membatasi garam dan alkohol serta mempertahankan berat badan yang ideal dapat mencegah atau membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

Diet yang disarankan untuk penyakit ini adalah diet yang mengacu pada panduan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH).

Diet DASH membatasi kadar sodium (kadar garam) dalam makanan Anda hingga 2.000 mg sehari. Diet DASH ini mengacu pada kebiasaan orang Amerika yang mengonsumsi sodium hingga dua atau tiga kali lipat batas yang disarankan.

Baca juga: Batasi Asupan Garam ala Diet Dash

Kanker

Dalam penelitian untuk mengklarifikasi peranan diet dan nutrisi dalam pertumbuhan kanker, ditemukan bahwa sepertiga kasus kematian di AS akibat kanker berhubungan dengan faktor makanan. Pasalnya, di samping kebiasaan tidak merokok dan olahraga rutin, pilihan makanan juga dapat mengurangi risiko kanker.

Saat ini, makanan yang paling ampuh dalam mencegah kanker adalah buah-buahan dan sayur dengan porsi yang lebih banyak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Idul Adha di 86 Lokasi, Ini Daftarnya

Fenomena
Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Kanker Payudara Menyebar Lebih Cepat Saat Malam Hari, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Fase 3, BPOM Libatkan 4.005 Sukarelawan

Oh Begitu
2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Waspada Dampaknya

Fenomena
Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Sekitar 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Apa Dampaknya?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

[POPULER SAINS] Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro | Rompi Penurun Suhu | Manik Bipolar Marshanda

Oh Begitu
Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.