Kompas.com - 15/08/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi CakeioIlustrasi

"Tak apa berinvestasi pada pengetahuan, toh siklusnya akan kembali. Uang untuk pengetahuan dan pengetahuan bisa menghasilkan uang lagi," imbuhnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Business Innovation Center, Ir Kristanto Santoso Mscm IPM mengatakan bahwa TTO sebenarnya sudah dinyatakan dalam UU nomor 18 tahun 2002 pasal 13, dan kemudian diganti menjadi UU Sistem Nasional IPTEK tahun 2019.

Dalam UU, dijelaskan bahwa perguruan tinggi dan litbang wajib mengusahakan penyebaran informasi penelitian dan pengembangan melalui Sentra HKI.

“Namun, dari 80 Sentra HKI, hanya ada tiga yang memiliki pengalaman dan kemampuan mengelola alih teknologi dan kekayaan intelektual. Dengan kata lain, hanya tiga inilah yang berperan layaknya TTO,” jelas Kris.

Baca juga: Teknologi Baru Ini Bantu Ahli Deteksi Alzheimer Lewat Bola Mata

Fungsi TTO

Dalam siklus inovasi dikatakan Iko bahwa ada tiga D yang mendasar pada TTO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama adalah "Discovery" di laboratorium, tempatnya inovasi awal diteliti. Pada fase ini, TTO berfungsi membantu membimbing ataupun melatih para peneliti untuk melanjutkan, serta menyelesaikan target penelitian yang dilakukan.

Berikutnya adalah "Development", di mana jika ini terkait bidang kesehatan, tentu ada uji klinis pada hewan dan manusia. Namun untuk uji klinis pada manusia, peneliti harus memiliki kerjasama dengan rumah sakit dan lembaga swasta lainnya.

Nah, TTO sangat berperan untuk membantu mencarikan jalurnya yang bisa disepakati berbagai pihak, termasuk peneliti dan pihak rumah sakit.

Terakhir adalah "Delivery" yang dimulai dari hasil di laboratorium hingga dipasarkan. Hal ini tidaklah mudah, sebab industri akan ikut terlibat dalam hal ini.

TTO akan melakukan negosiasi dengan berbagai pihak industri yang ingin berinvestasi agar penelitian yang dilakukan terus berjalan, baik dari segi pendanaan hingga ke pemasaran.

Baca juga: Teknologi Ramah Lingkungan Pasok Air Minum untuk Pengungsi Rohingya

Ditambahkan oleh Kris, bahwa untuk mencapai peran TTO tersebut dengan maksimal, perlu kebijakan dan pimpinan yang sangat kuat, memiliki otoritas besar dan akses ke berbagai pihak.

Pemerintah dalam hal ini harusnya menjadikan Technology Transfer Officer (pelaku TTO) mampu menembus berbagai kendala dalam birokrasi, dunia usaha dan masyarakat Indonesia serta internasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.