Perlu TTO agar Karya Peneliti Indonesia Bisa Segera Dirasakan oleh Masyarakat

Kompas.com - 15/08/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi CakeioIlustrasi

KOMPAS.com - Setiap tahunnya Indonesia selalu dihebohkan dengan penemuan atau inovasi terbaru dari pemuda dan pemudi bangsa. Tidak sedikit di antaranya yang kemudian diharapkan oleh masyarakat untuk dapat diperbanyak dan bisa dimanfaatkan secara meluas.

Untuk mencapai hal ini, Wakil Direktur Indonesia Medical Education Research Institur (IMERI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Prof DR Dr Budi Wiweko SpOG (K) MPH, berkata bahwa Indonesia sangat membutuhkan adanya Technology Transfer Office (TTO) agar inovasi para peneliti Indonesia bisa tersalurkan dengan baik sesuai targetnya.

TTO itu sendiri memiliki peran untuk membantu membawa penelitian ke ranah komersial atau terapan, tentunya dengan dukungan dari dunia pendidikan dan industri.

Prof DR Dr Budi Wiweko SpOG (K) MPH atau yang kerap disapa Iko menjelaskan, TTO ini wadah, jadi maksudnya supaya ide dan penelitian awal yang dipunya itu enggak kebuang cuma karena enggak ada industri yang mau membantu merealisasikan sampai terwujud jadi produk jadi (komersial).

"Jadi, kendala apa yang dialami peneliti bisa dibantu oleh TTO ini cari jalurnya untuk terwujud dan berguna bagi masyarakat banyak pastinya,” imbuhnya.

Baca juga: Inovator Fin Komodo Raih BJ Habibie Technology Award 2017

Menurut Iko, pada saat ini sedang terjadi kesenjangan atau gap antara penelitian translasional dengan terapan, sehingga perlu adanya dukungan yang kuat dari pihak industri agar mampu memberikan perubahan yang signifikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hampir seluruh universitas terkemuka di dunia, termasuk di Amerika Serikat, Australia dan Malaysia, telah mengadakan TTO di kampusnya. Namun, di Indonesia belum ada universitas yang memiliki TTO, kecuali swasta dan itu pun cuma satu.

"Ironisnya, di Malaysia itu, anggota bahkan ketua TTO-nya orang Indonesia, karena Malaysia tahu pentingnya TTO ini" ujar Iko.

Dia pun berharap agar dukungan penuh oleh pemerintah bisa menjadi pemicu terpenting dalam mengembangkan penelitian anak bangsa menjadi terealisasikan.

Baca juga: Untuk Jadi Obat Kanker, Bajakah Harus Lewati Evidence Based Medicine

"Jika TTO ini diwajibkan di setiap universitas yang ada risetnya, kan malah bagus. Toh kalau penelitian dteruskan dan berhasil jadi produk yang dibutuhkan masyarakat, negara juga terbantu," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X