Kompas.com - 10/08/2019, 19:06 WIB

Sudah terpetakan pada gen

Pencernaan laktosa pada manusia diatur oleh gen yang mengatur produksi enzim laktase bernama gen LCT.

Namun, sebelum gen LCT diperintahkan untuk memproduksi laktase, gen Minichromosome Maintenance 6 (MCM6) yang posisinya tepat berada di sebelah gen LCT bertugas untuk menentukan banyaknya enzim laktase yang diproduksi. Variasi genetik pada populasi dunia terletak bukan pada gen LCT, melainkan pada gen MCM6 ini.

Disebutkan dalam riset Poulter dkk.; para penduduk dari negara pengonsumsi laktosa dalam jumlah yang tinggi, seperti negara-negara Eropa, memiliki nukleotida Thymine (T) pada posisi basa nukleotida ke 13910 (disingkat T-13910) pada gen MCM6.

Pada penduduk Saudi Arabia, variasi genetik MCM6 terdapat pada posisi G-13915; sedangkan pada penduduk Afrika variasi genetik terjadi pada tiga titik yaitu G-14010, G-13915, dan G-13907.

Perbedaan gen MCM6 pada penduduk Asia diwakili oleh riset dari Zheng dkk. dengan sampel populasi penduduk China, di mana ditemukan nukleotida sitosin pada posisi 13910, namun temuan tersebut tidak diasosiasikan dengan produksi laktase berlebih.

Sebagaimana sifat genetik lainnya, karakteristik ini dapat diturunkan kepada generasi berikutnya dan hasil riset di atas menjelaskan mengapa dan bagaimana kondisi medis ini lebih banyak ditemui di negara tertentu.

Baca juga: Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Terjadinya gejala-gejala intoleransi laktosa

Gejala-gejala intoleransi terhadap laktosa berawal dari meningkatnya tekanan osmotik dalam sistem pencernaan. Laktosa yang tidak terserap karena disfungsi enzim laktase akan membuat kadar air dalam usus meningkat sebagai kompensasi dari tingginya kadar laktosa dalam usus.

Dalam usus terdapat bakteri-bakteri pencernaan yang siap menfermentasikan laktosa menjadi asam lemak pendek dan menghasilkan gas hidrogen, karbon dioksida, dan metana.

Meningkatnya massa air dan gas dalam usus inilah yang menyebabkan perut terasa kembung dan berbunyi (borborygmi).

Pada kasus ekstrem, ditemukan bahwa konsumsi laktosa pada penderita intoleransi laktosa membangunkan sistem imun sehingga ditemukan sejumlah sel mast, limfosit intraepitel, dan sel enterokromafin pada usus penyerapan dan usus besar. Ini yang menyebabkan terjadinya diare pada penderita intoleransi laktosa.

Baca juga: Sains Diet, Benarkah Tidak Makan Nasi Bikin Cepat Langsing?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.