Mitos atau Fakta: Benarkah Daging Kambing Bikin Hipertensi?

Kompas.com - 10/08/2019, 11:18 WIB
Daging Kambing Panggang ala Turki.KOMPAS/LASTI KURNIA Daging Kambing Panggang ala Turki.

KOMPAS.com - Idul Adha telah tiba. Artinya berbagai olahan daging kambing akan segera melengkapi meja makan kita.

Namun, tak jarang kita masih dihantui ketakutan kalau makan daging kambing terlalu banyak bisa menyebabkan hipertensi.

Adanya mitos tersebut pun membuat orang dengan riwayat hipertensi jadi berpikir dua kali lipat jika ingin ikut menyantap panganan dari olahan daging kambing.

Namun benarkah daging kambing memicu hipertensi?

Baca juga: Bagaimana Cara Masak Kambing agar Hasilnya Menyehatkan?

Untuk meluruskan mitos daging kambing jadi pemicu hipertensi, Kompas.com menghubungi Dr Tunggul SpPD KGH dari RS Cipto Mangunkusumo, Jumat (9/8/2019).

" Daging kambing itu tidak ada kaitannya dengan hipertensi. Itu tidak betul, kalau makan daging kambing Anda bisa terkena hipertensi," kata Tunggul.

Tunggul menegaskan, yang menjadi penyebab hipertensi bukan dagingnya tapi kandungan garamnya.

"Makan daging (kambing) itu enggak apa. Tapi asupan garamnya itu yang jadi penyebab utama hipertensi," imbuh dia.

Lebih lanjut Tunggul menjelaskan, mekanisme kenapa garam bisa menyebabkan hipertensi atau tekanan darah meningkat, melalui uraian berikut:

Macam-macam hipertensi

1. Hipertensi primer

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X