Listrik Padam di Sebagian Jawa, Makanan Apa Saja yang Harus Dibuang dari Kulkas?

Kompas.com - 05/08/2019, 19:41 WIB
Ilustrasi kulkas. Ilustrasi kulkas.

KOMPAS.com - Listrik padam yang melanda sebagian wilayah Jawa pada Minggu (4/8/2019) hingga Senin ini (5/8/2019) menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu yang menyimpan banyak bahan makanan di kulkas.

Banyak yang merasa sayang membuang, tetapi juga khawatir bila makanan yang rusak termakan.

Untuk menyelesaikan dilema ini, Kompas.com menghubungi ahli gizi, Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum, melalui pesan singkat Senin (5/8/2019).

Dokter Tan menjelaskan apa yang harus kita lakukan terhadap bahan-bahan makanan tersebut jika aliran listrik pada kulkas mati berjam-jam.

Menurut dia, suhu kulkas baru mulai berubah saat listrik mati lebih dari tiga jam, sehingga ada jenis makanan yang bisa disimpan kembali dan yang harus dibuang.

Baca juga: Terlihat Sehat, Kombinasi Makanan Ini Justru Bisa Picu Masalah Kesehatan

Bahan makanan yang harus dibuang

Jika listrik mati cukup lama dan kompartemen pendingin sudah berada di atas 4 derajat celcius, maka pada prinsipnya semua makanan jadi atau matang menjadi busuk karena panas dan harus dibuang.

Terutama bila makanan sudah berubah warna apalagi bau, makanan-makanan ini harus dibuang karena proses pembusukannya sudah terlalu jauh.

Dipaparkan dalam situs Food Safety, saat suhu di kulkas yang bukan freezer mencapai di atas 40 derajat fahrenheit atau setara 4,44 derajat celcius selama lebih dari dua jam, maka bahan makanan berupa daging sapi, ayam dan makanan hasil laut yang belum atau pun sudah dimasak harus dibuang.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X