Kompas.com - 02/08/2019, 17:05 WIB
Ilustrasi ASI Shutterstock.comIlustrasi ASI

KOMPAS.com- Siapa sangka bila proses pemberian ASI kepada anak oleh ibunya, ternyata akan lebih baik jika didukung oleh lingkungan sekitar, terutama ayah bayi.

Bertepatan dengan Pekan Asi Sedunia 2019, survei terkini oleh Royal Philips yang dilaksanakan di 14 negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru dan Australia, menegaskan pentingnya partisipasi pasangan dalam perjalanan ibu menyusui.

Hampir semua ibu di seluruh dunia yang disurvei ingin agar pasangannya terlibat dalam semua aspek perawatan bayi mereka yang baru lahir. Sementara itu, 58 persen dari ibu di Indonesia ingin dibantu menenangkan bayinya pada malam hari dan 63 persen ingin dibantu memberikan susu kepada bayi pada malam hari.

Untungnya, mayoritas ayah di Indonesia (92,5%) mau membantu, meskipun yang sudah terlibat dalam menjaga anak baru 70 persen dan yang ikut membantu membersihkan pompa ASI dan botol bayi tidak sampai setengah (46,7%).

Baca juga: Terbukti, Daun Katuk Tingkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui

Hal ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa aspek merawat bayi yang tetap dibebankan hanya pada ibu. 96 persen ibu pun merasa masih membutuhkan lebih banyak informasi tentang bagaimana pasangan mereka dapat mendukung proses menyusui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dr dr Ali Sungkar Sp OG-FKM, Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), mengungkapkan bahwa dukungan penuh pasangan terhadap ibu sudah bisa dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan hingga enam bulan pertama kehadiran bayi.

Dia mengatakan, mulai dari sejak ibu mengandung, ayah harus rajin mendampingi untuk pemeriksaan kehamilan atau antenatal care, supaya tahu juga perkembangan janin dan apa yang dibutuhkan si ibu. Tahap kedua adalah mendampingi proses persalinan. Biasanya, kalau proses persalinan normal, saya akan meminta ayahnya untuk memotong tali pusar.

“Kemudian, ayah harus ikut mendampingi saat IMD (inisiasi menyusui dini), karena ini merupakan tahap penting yang juga menentukan kelancaran pemberian ASI. Dukungan ayah dalam enam bulan pertama kehadiran bayi juga sangat penting agar ibu bisa lancar memberikan ASI eksklusif," ujarnya.

Selain itu, ayah juga bisa mendukung dengan menyiapkan tempat tidur bayi pada malam hari, membantu mengganti popok dan rajin memijat punggung ibu (pijat oksitosin) untuk membantu melancarkan ASI.

Berikut adalah berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari partisipasi ayah dalam merawat anak dan mendukung pemberian ASI:

1. Mendorong masa pemberian ASI yang lebih lama.

Hasil penelitian dalam jurnal Pediatrics pada 2013 mengungkapkan bahwa 60 persen wanita berhenti menyusui lebih awal dari yang mereka inginkan. Untungnya, hal ini bisa dilawan dengan dukungan dari ayah.

Pasalnya, ibu menyusui yang mendapatkan dukungan dari pasangan memiliki kesempatan lebih besar untuk memulai dan melanjutkan menyusui lebih lama.

Baca juga: Seorang Ibu Donasikan ASI 18,5 Galon Setelah Bayinya Meninggal

Selain itu, mengedukasi para ayah mengenai manfaat menyusui dapat melipatgandakan kesempatan seorang bayi mendapatkan ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama.

Country General Manager Personal Health Philips Indonesia, Yongky Sentosa, mengatakan, dukungan atau partisipasi pasangan dalam enam bulan pertama kehadiran bayi sangat penting agar ibu bisa lancar memberikan ASI eksklusif.

2. Meningkatkan ikatan emosional antara ayah dan bayi.

Dr dr Ali Sungkar Sp OG-FKM menyatakan bahwa kontribusi ayah dalam merawat dan membesarkan anak bersama dengan sang ibu merupakan hal yang sangat baik untuk mempererat ikatan antara ayah dan anak sejak dini, juga perkembangan emosional sang ibu.

3. Kesehatan bayi dan ibu yang lebih baik

Peran aktif ayah dalam proses menyusui juga mengurangi kemungkinan terjadinya cognitive delay (keterbatasan fungsi mental) pada bayi, serta mendorong penambahan berat badan pada bayi prematur.

Ibu yang baru melahirkan juga akan turun risikonya mengalami baby blues dan postpartum depression bila mendapat dukungan penuh dari ayah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Misteri Hilangnya Peradaban Kuno di China 4.000 Tahun Lalu Terungkap, Seperti Apa?

Oh Begitu
Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.