Selain Rius Vernandes, Ini 3 Kasus yang Dipasalkan dengan UU ITE

Kompas.com - 18/07/2019, 17:35 WIB
Dalam instagram pribadinya, Rius mengunggah foto surat undangan polisi sebagai saksi dalam kasus ini. Foto diunggah pada Selasa (16/7/2019). Screenshot Instagram @rius.vernandesDalam instagram pribadinya, Rius mengunggah foto surat undangan polisi sebagai saksi dalam kasus ini. Foto diunggah pada Selasa (16/7/2019).

KOMPAS.com - Unggahan Rius Vernandes dan Elwiyana Monica tentang menu tulis tangan di kelas bisnis Garuda Indonesia berujung pada hal tak menyenangkan. Keduanya dilaporkan oleh Serikat Karyawan Garuda Indonesia atas dugaan pencemaran nama baik.

Pasal yang disangkakan pada keduanya adalah UU Informasi Transaski Elektronik (ITE) pasal 27 ayat 3 tentang penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sebenarnya, pasal tersebut sering kali menuai kontroversi. Bahkan, pasal itu disebut dengan pasal karet karena tak punya tolok ukur yang jelas.

Kasus pelaporan Rius Vernandes ini sebenarnya menjadi bukti kuat bahwa UU ITE tak selaras dengan hak digital yang telah disetujui PBB.

Baca juga: Menu Tulis Tangan Garuda dan Rius Vernandes, Bukti UU ITE Tak Selaras dengan Hak Digital

Itu karena UU ITE ini justru membatasi hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat yang tertuang dalam hak digital.

Namun, bukan hanya Rius Vernandes yang menjadi korban dari UU ITE tersebut. Head Division Online Freedom of Expression SAFEnet, Ika Ningtyas menyebut banyak kasus lain yang jadi korban kriminalisasi menggunakan pasal tersebut.

"Kasus-kasus seperti ini tidak hanya terjadi satu kali. Selama ini kita sudah sering sekali mengadvokasi kasus-kasus seperti ini," ungkap Ika Ningtyas, Head Division Online Freedom of Expression SAFEnet melalui sambungan telepon, Rabu (17/07/2019).

"Sebenarnya, kapasitas warganet itu adalah bagian kebebasan berpendapat dia yang seharusnya sudah dijamin oleh undang-undang kebebasan berpendapat. Ternyata, dengan pasal karet UU ITE pasal 27 ayat 3 ini memberikan ruang bagi kriminalisasi," tegasnya.

SAFEnet sebagai jaringan penggerak kebebasan berekspresi online se-Asia Tenggara mendata beberapa kasus yang menjadi korban dari UU ITE ini.

Selama 2018 lalu, SAFEnet mencatat setidaknya ada 200 kasus yang dipidanakan menggunakan UU ITE pasal 27 ayat 3. Mereka menilai UU ITE terus digunakan untuk mengkriminalisasi warga dalam mengekspresikan pikirannya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X