Rius Vernandes, Menu Tulis Tangan Garuda, dan Sisi Gelap Dunia Digital

Kompas.com - 17/07/2019, 20:52 WIB
Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019).Screenshot Instagram @rius.vernandes Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019).

KOMPAS.com - Digital membawa pencerahan, begitu selalu dikatakan. Betul di satu sisi. Tapi tidak di sisi lain. Masalah menu tulis tangan Garuda Indonesia yang membawa Rius Vernandes ke polisi membuktikannya.

Berkat digital, kita punya Gojek, bisa bantu orang lewat Kitabisa.com, dan bisa bikin petisi lewat Change.org. Namun di sisi lain, berkat digital, masalah juga jadi bertambah.

Kasus menu tulis tangan Garuda Indonesia dan Rius Vernandes cuma salah satu dari tiga kasus viral yang terjadi belakangan yang menguak sisi gelap digital. Kok bisa dikatakan sisi gelap? Berikut penjelasannya.

Menu Tulis Tangan Garuda dan Rius Vernandes

Di negara demokrasi, kita berhak bicara, berhak mengkritik. Ini berlaku di media apapun. Mau demonstrasi di jalanan (asal tka bikin ricuh) sampai protes di Facebook, Twitter, atau Instagram.

Namun kebebasan untuk bicara di media digital terancam karena kita punya pasal karet di Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Dari Menu Tulis Tangan Garuda dan Rius Vernandes, Mengenal Hak Digital Kita

Tahun 2009, Prita Mulyasari mengeluh atas pelayanannya di RS Omni Alam Sutera. Dia pun akhirnya dipenjara karena dituduh mencemarkan nama baik.

Selama berbulan-bulan, kita siduguhi berita tentang Baiq Nuril yang dituntut penjara sebab merekam omongan yang melecehkannya untuk bukti.

Kini Rius yang sekadar mengunggah menu tulis tangan di kelas bisnis Garuda Indonesia dituduh mencemarkan nama baik.

Tiga kasus itu menunjukkan bahwa digital belum sepenuhnya menjadi ruang bebas berekspresi secara bertanggung jawab. SAFENet meminta agar UU ITE dikaji ulang dan beberapa pasalnya dihapuskan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X