Kompas.com - 16/07/2019, 12:19 WIB

KOMPAS.com — Gerhana Bulan terakhir tahun ini akan terjadi Rabu dini hari waktu Indonesia dan berdurasi 2 jam 58 menit. Ini adalah gerhana Bulan terakhir sampai 2021 nanti, berupa gerhana Bulan sebagian.

Selain fenomena gerhana Bulan sebagian yang mulai bisa diamati pada pukul 03.00 WIB, ada dua planet yang akan menemani Bulan malam nanti.

"Obyek menarik yang menonjol di langit selain Bulan pada saat gerhana ada Yupiter dan Saturnus. Kedua planet ini seakan mengapit Bulan," ujar Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena gerhana Bulan sebagian sendiri bisa diamati dari Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.

Namun, untuk Asia Tenggara, termasuk Indonesia, durasi penampakan gerhana Bulan sebagian ini berbeda dan tampak tidak sempurna. Hal ini lantaran saat peristiwa Bulan sudah akan tenggelam dan matahari mulai terbit.

Merujuk laman resmi BMKG, gerhana Bulan sebagian akan dimulai pada pukul 03.01 WIB, puncaknya pukul 04.30 WIB, dan berakhir pada 06.00 WIB.

Gerhana Bulan sebagian merupakan peristiwa terhalanginya penampakan Bulan oleh bayangan Bumi sehingga cahaya Matahari tidak sampai ke Bulan. Peristiwa ini bisa terjadi hanya jika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus.

Baca juga: Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Nah, garis lurus antara Matahari, Bumi, dan Bulan kali ini menghasilkan gerhana Bulan sebagian karena Bulan akan sedikit miring dari garis langsung bayangan Bumi.

Gerhana Bulan sebagian ini terjadi dua minggu setelah gerhana Matahari total terlihat di Amerika Selatan. Fenomena ini mengikuti pola astronomi khas gerhana Bulan yang terjadi dalam dua minggu setelah gerhana Matahari.

Menariknya, gerhana Bulan sebagian 17 Juli ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun peluncuran roket Apollo 11, misi NASA yang mendaratkan manusia di Bulan.

Baca juga: Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.