5 Sebab Sakit Kepala yang Tak Terduga, dari Dehidrasi sampai Menstruasi

Kompas.com - 13/07/2019, 19:34 WIB
Ilustrasi sakit kepalaSHUTTERSTOCK Ilustrasi sakit kepala

KOMPAS.com – Semua orang tentu pernah mengalami sakit kepala. Namun, kebanyakan tidak tahu apa penyebab sakit kepala mereka dan memilih untuk segera meredakannya dengan meminum obat sakit kepala.

Padahal, sakit kepala bisa jadi pertanda bahwa ada permasalahan lain pada tubuh Anda. Berikut adalah lima penyebab sakit kepala yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Stres

Dokter Susan Hutchinson, M.D., direktur Orange County Migraine & Headache Cente, menjelaskan kepada SELF, 29 Desember 2018, bahwa stres yang berlarut-larut bisa menyebabkan sakit kepala.

Pasalnya, stres bisa membuat otot-otot di area leher dan kulit kepala tegang sehingga menimbulkan sakit kepala tegang. Jenis sakit kepala ini biasanya digambarkan seakan-akan ada tali yang mengikat kuat di sekitar kepala.

Baca juga: Jangan Salah, Sakit Kepala Bukan Ciri dari Hipertensi

Solusinya tentu saja dengan mengelola stres. Namun, sering kali stres tidak bisa dikelola sendiri. Pada saat seperti inilah, Anda mungkin memerlukan intervensi dari ahli untuk membantu Anda.

2. Dehidrasi

Tidak banyak yang mengetahui bahwa dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala. Padahal, dehidrasi ringan saja bisa menyebabkan sakit kepala dan bila dehidrasi sudah parah, sakit kepalanya bisa menyerupai migrain.

Dilansir dari MedicalNewsToday, 19 Mei 2017; dehidrasi bisa membuat otak menyusut untuk sementara waktu karena kekurangan air. Mekanisme ini membuat otak menjauh dari tempurung kepala dan menyebabkan rasa sakit.

Solusinya tentu saja minum air secukupnya, atau bisa minum minuman berenergi untuk sekaligus menggantikan elektrolit yang kurang. Ketika Anda tidak lagi dehidrasi, otak akan mengembang kembali seperti normal dan sakit kepala pun menghilang.

3. Siklus menstruasi

Perubahan hormon estrogen selama siklus menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala. Sayangnya, hormon estrogen cenderung turun ketika mendekati masa menstruasi. Itulah sebabnya, banyak wanita melaporkan migrain sebelum dan setelah menstruasi.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X