5 Sebab Sakit Kepala yang Tak Terduga, dari Dehidrasi sampai Menstruasi

Kompas.com - 13/07/2019, 19:34 WIB
Ilustrasi sakit kepala SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit kepala

3. Siklus menstruasi

Perubahan hormon estrogen selama siklus menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala. Sayangnya, hormon estrogen cenderung turun ketika mendekati masa menstruasi. Itulah sebabnya, banyak wanita melaporkan migrain sebelum dan setelah menstruasi.

Baca juga: Migrain dan Sakit Kepala, Tahukah Bedanya?

Dikarenakan penyebabnya adalah siklus hormon, maka yang bisa dilakukan hanya menangani gejalanya. Dilansir dari MayoClinic, 10 Mei 2019; cara untuk menangani sakit kepala akibat siklus menstruasi adalah menempelkan es ke area kepala dan leher yang sakit, melakukan latihan relaksasi untuk menurunkan stres dan minum obat yang meredakan sakit kepala.

4. Radang sinus

Sakit kepala bisa terjadi karena sinus meradang. Untuk diketahhui, sinus merupakan rongga berisi udara di area dahi, pipi dan belakang hidung Anda. Ketika meradang akibat alergi atau infeksi, sinus bisa membengkak dan terisi lendir, sementara saluran yang mengosongkannya malah buntu. Ketika terlalu penuh dan bengkak, tekanan pada sinus bisa menyebabkan sakit di area kepala.

Untuk menanganinya, anda harus menghilangkan penyebab radang sinus itu sendiri. Dokter mungkin akan memberi Anda antibiotik, antihistamin atau dekongestan. Anda juga bisa meminum obat pereda nyeri untuk mengurangi sakit kepala.

Selain obat-obatan, meminum lebih banyak air dan menggunakan pelembap ruangan atau spray hidung juga bisa mengurangi rasa nyeri akibat radang sinus.

Baca juga: 5 Tanda Bukan Sakit Kepala Biasa

5. Kebanyakan minum obat sakit kepala

Penggunaan obat sakit kepala yang terus menerus untuk jangka waktu lama bisa menyebabkan sakit kepala. Hal ini disebut medication overuse headache atau rebound headache.

Sakit kepala jenis ini biasanya terjadi setiap hari atau hampir setiap hari, dan cukup hebat untuk membangunkan Anda pada pagi hari. Selain itu, ciri lain dari sakit kepala ini adalah menghilang ketika Anda minum obat pereda nyeri dan kembali ketika efek obat mulai memudar.

Untuk mengatasi sakit kepala jenis ini, cara terbaik adalah menghentikan kebiasaan minum obat pereda nyeri sepenuhnya. Untuk sementara waktu, Anda mungkin akan merasakan sakit kepala. Bila sakit kepala tidak bisa tertahankan tanpa minum obat pereda nyeri, ingat bahwa Anda selalu bisa meminta bantuan dokter.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X