Halo Prof! Saya Ada Keluhan tentang Fobia Nasi

Kompas.com - 12/07/2019, 18:07 WIB
dr. Leonardi A. Goenawan, Sp. KJ
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa
RS Pondok Indah ? Puri Indah dan RS Pondok Indah ? Bintaro JayaRS Pondok Indah dr. Leonardi A. Goenawan, Sp. KJ Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RS Pondok Indah ? Puri Indah dan RS Pondok Indah ? Bintaro Jaya

KOMPAS.com - Pada masa kini, semakin banyak orang memiliki fobia. Fobianya pun beragam, dari ketinggian, tempat gelap hingga serangga.

Seorang pembaca Kompas.com yang bernama Pandapotan Lubis tiba-tiba mengalami fobia pada nasi. Hal itu dituturkannya ke subrubrik Halo Prof:

"Dok, saya ada keluhan tentang fobia nasi. Awalnya sejak bukan puasa lalu waktu makan sahur. Waktu itu, nasinya lembek namun belum masak betul, diperparah dengan lauknya yang tidak membangkitkan selera makan."

"Sejak itu, setiap mencoba mengambil nasi untuk dimakan, langsung mual menyerang dan batal makan. Tetapi (saya) masih bisa menerima olahan beras seperti bubur dan lontong. Terima kasih."

Baca juga: Halo Prof! Bagaimana Cara Sembuhkan GERD yang Bikin Cemas dan Begah?

Keluhannya ditangapi oleh dr. Leonardi A. Goenawan, Sp. KJ, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dari RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Berikut paparannya:

Halo, Bapak Pandapotan Lubis!

Sebelum menjelaskan mengenai kondisi yang Bapak alami, pertama-tama saya jelaskan terlebih dahulu definisi fobia ya.

Fobia adalah suatu bentuk gangguan kecemasan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya rasa takut berlebihan (intense) dan tidak rasional terhadap situasi tertentu, obyek, makhluk hidup (kucing, laba-laba, dan sebagainya) atau tempat tertentu.

Fobia sendiri bisa dibagi sebagai berikut:

  1. Fobia spesifik: suatu bentuk ketakutan yang sangat berlebihan dan tidak rasional terhadap obyek spesifik.
  2. Fobia sosial/kecemasan sosial: bentuk ketakutan yang berlebihan terhadap situasi sosial. Umumnya mereka yang mengalami fobia sosial senantiasa merasa "dinilai" oleh orang-orang di sekitarnya dan adanya ketakutan yang berlebihan akan dipermalukan di depan umum. Kondisi ini berbeda dengan sikap pemalu.
  3. Agoraphobia: bentuk ketakutan terhadap situasi di mana seseorang merasa "terjebak" sehingga memicu perasaan panik, misalnya ketika berada dalam lift, alat transportasi umum yang padat, atau keramaian. 

Baca juga: Halo Prof! Makan Apa supaya Berat Badan Bertambah?

Apabila seorang penderita fobia berhadapan dengan obyek fobianya, maka akan timbul berbagai gejala fisik seperti keringat berlebihan, napas pendek dan cepat, kadang seperti sulit bernapas, jantung berdebar-debar, gemetaran, sensasi panas atau dingin pada sebagian atau seluruh tubuh.

Selain itu, penderita bisa merasa tercekik, nyeri dada, mual, kesemutan, mulut kering, mengalami kebingungan atau disorientasi, pusing atau sakit kepala.

Berdasarkan gejala yang Bapak sampaikan, tampaknya yang Bapak alami bisa dikategorikan sebagai suatu fobia spesifik ringan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X