Popularitas Bau Ikan Asin Meroket, Dari Mana Aroma Khasnya Muncul?

Kompas.com - 12/07/2019, 12:09 WIB
Pekerja menjemur ikan asin di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (6/3/2017). Harga ikan asin di kalangan produsen setempat sekitar Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pekerja menjemur ikan asin di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (6/3/2017). Harga ikan asin di kalangan produsen setempat sekitar Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

KOMPAS.com - Popularitas bau ikan asin mencuat setelah Galih Ginanjar menyampaikan pernyataan yang melanggar unsur asusila dan mencemarkan nama baik mantan istrinya, Fairuz A. Rafiq, dalam sebuah video berdurasi 32 menit 6 detik.

Ikan asin dikenal berbagai negara dan sudah dilestarikan sejak ratusan tahun lalu.

Pada dasarnya, ikan asin merupakan hasil pengawetan alami dengan mengeluarkan air dari makanan, menambahkan banyak garam, dan kemudian dijemur agar pertumbuhan mikroorganisme terhambat.

Inilah mengapa ikan asin dengan bau khasnya dapat aman dikonsumsi selama berbulan-bulan jika disimpan pada suhu kamar.

Lantas, dari mana datangnya bau khas pada ikan asin?

Baca juga: Belajar dari Video Ikan Asin Galih Ginanjar, Sebenarnya Bolehkah Review Pasangan Seksual di Medsos?

Dalam proses pengawetan ikan di udara terbuka, biasanya kadar air ikan menjadi 17-18 persen.

Ikan asin tercipta oleh dekomposisi bakteri, volatilisasi, dan reaksi kimia selama proses pengeringan.

Nah, bau yang dihasilkan ikan berasal dari penguraian mikroba pada beberapa langkah proses pengeringan, juga tergantung pada beberapa faktor seperti kualitas dan kesegaran ikan, pembuangan limbah padat dan cair, suhu, dan kondisi penyimpanan ikan asin.

Bakteri tertentu dapat mengubah bahan kimia dalam daging ikan sehingga memunculkan bau menyengat. Adapun dekomposisi bakteri ikan tadi dapat menghasilkan senyawa kimia menyengat seperti astrimethylamine, ammonia, amina, sulfida, merkaptan, dan asam lemak volatil (asetat, propionik, butanoik, dan pentanoik).

Dalam sebuah studi terkait ikan asin pada 1984, ditemukan bahwa ikan asin atau ikan kering mengandung flora bakteri dalam daging ikan seperti Moraxella dan Acinetobacter.

Baca juga: Menurut Pakar Gender, Video Ikan Asin Ungkap Watak Pria Misoginis

Dampak bau ikan asin pada kesehatan

Beberapa ikan asin memiliki bau menyengat yang sangat menusuk. Bagi orang sensitif, bau ikan asin sangat mungkin membuat sakit kepala, mual, dan memengaruhi emosi.

Dalam kasus-kasus ekstrem, bau ikan asin dari suatu daerah berdampak pada kehidupan sosial pemiliknya.

"Paparan terus menerus terhadap bau ikan asin dapat menyebabkan tekanan darah meningkat (berisiko pada serangan jantung dan stroke) dan sakit kepala," tulis laporan ilmiah dari Shukla N. pada 1991.

Penelitian serupa pada 1992 menemukan, bau pada ikan asin bisa memengaruhi kinerja produktivitas, suasana hati dan kesehatan.

Masalah yang paling sering ditemukan dari ikan asin adalah iritasi pada saluran pernapasan, kulit, dan mata.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X