Kompas.com - 08/07/2019, 16:36 WIB

KOMPAS.com – Sudah dua pekan sejak film Parasite besutan Bong Joon Ho diputar di Indonesia. Film ini menyoroti kesenjangan ekonomi dan sosial antara dua keluarga, dengan sumber konflik bau badan.

Kepala keluarga yang miskin, Mr. Kim, beberapa kali disebut bau oleh kepala keluarga yang kaya, Mr. Park.

Pada satu adegan, Mr. Park mendeskripsikan bau Mr. Kim seperti bau khas orang-orang yang naik kereta bawah tanah. Sambil tertawa, dia juga berkata kepada istrinya bahwa meski tindak-tanduk Mr. Park sebagai supir keluarga itu tidak pernah melampaui batas, bau badannya melampaui batas.

Menurut sains, bau badan sebetulnya tidak hanya dimiliki orang yang miskin saja. Semua orang, termasuk orang kaya, juga memiliki bau badan atau bromhidrosis.

Namun, beberapa orang memang kurang beruntung dengan memiliki bau badan yang lebih menyengat daripada kebanyakan orang.

Baca juga: Alasan Kisah Cinta Sedarah “I La Galigo” adalah Kisah Klasik GSA

Dilansir dari Verywell Health, 3 Juli 2019; ada dua faktor yang menyebabkan bau badan yang buruk, yaitu bakteri yang memecah protein dalam keringat dan kelenjar mana yang mengeluarkan keringat tersebut.

Harus diketahui bahwa keringat sendiri sebetulnya tidak berbau. Namun protein di dalamnya dipecah oleh bakteri menjadi asam.

Dari mana keringat dikeluarkan juga menentukan bau yang dihasilkan. Manusia memiliki dua macam kelenjar keringat, yaitu kelenjar eccrine yang terletak di seluruh tubuh dan berfungsi untuk menjaga suhu tubuh, dan kelenjar apocrine yang berada di ketiak dan daerah kemaluan.

Nah, kelenjar apocrine inilah yang sering jadi biang kerok bau badan yang buruk. Terhubung dengan folikel rambut, kelenjar apocrine mengeluarkan keringat berprotein tinggi ketika suhu tubuh meningkat atau stres.

Selain dua hal itu, ada banyak faktor lain yang bisa membuat bau badan memburuk:

Baca juga: Avengers: Infinity War, Cerminan Pemujaan Manusia Terhadap Batu Bertuah

1. Kelebihan berat badan

Berat badan yang berlebih membuat kulit di beberapa bagian tubuh melipat. Lipatan pada kulit ini rentan menjadi rumah bagi keringat dan bakteri sehingga bau badan memburuk.

2. Makan makanan pedas atau berbau menyengat

Cabai, bawang dan makanan-makanan yang pedas atau berbau menyengat lainnya bisa menembus kulit dan membuat bau badan seakan-akan lebih parah dari biasanya.

3. Kondisi medis tertentu

Penyakit diabetes, ginjal, hati dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif bisa mengubah bau badan.

4. Stres

Seperti dijelaskan di atas, stres bisa membuat kelenjar apocrine menjadi terlalu aktif. Padahal, kelenjar inilah yang sering kali menyebabkan bau badan yang buruk.

5. Genetik

Beberapa orang memang lebih rentan berbau tidak enak dari kebanyakan orang.

6. Keringat berlebih

Ada beberapa kondisi, seperti hiperhidrosis dan menopause, yang bisa membuat Anda lebih banyak berkeringat daripada kebanyakan orang.

Baca juga: Kenapa Menonton Film Sedih Justru Bikin Kita Bahagia? Sains Jelaskan

Bagaimana solusinya?

Untuk mengurangi bau badan yang menyengat, solusinya tentu saja adalah memperbaiki penyebabnya, baik itu penyakit atau mengurangi makanan pedas. Namun bila penyebabnya tidak bisa diperbaiki, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi bau badan yang tidak enak.

1. Lebih sering mandi

Bagi orang-orang yang tinggal di wilayah panas dan lembap, seperti Indonesia, dianjurkan untuk mandi setidaknya dua kali sehari. Apalagi bila Anda baru saja berolahraga atau berkeringat , segeralah mandi dengan menggunakan sabun untuk membersihkan area-area yang paling sering berbau tidak enak.

2. Gunakan sabun anti-bakteri

Bila sabun biasa tidak mempan, mungkin Anda harus menggunakan sabun anti-bakteri untuk mengurangi jumlah bakteri pada kulit yang kerap menimbulkan bau badan tidak enak.

3. Gunakan produk yang tepat

Banyak orang tidak tahu, bahwa produk untuk mengurangi bau ketiak ada dua jenis, yaitu deodoran dan antiperspiran.

Deodoran membuat ketiak menjadi kurang ramah bagi bakteri dan menutupi bau keringat dengan parfum, sehingga cocok digunakan oleh orang yang tidak terlalu banyak berkeringat, tetapi memiliki masalah bau badan. Sementara itu, antiperspiran menutup kelenjar keringat sehingga cocok digunakan oleh orang yang produksi keringatnya berlebih.

4. Gunakan pakaian dengan bahan alami

Bahan alami, seperti katun, membuat keringat lebih mudah menguap daripada bahan-bahan poliester, nilon dan rayon. Dengan demikian kemungkinan keringat untuk menempel pada tubuh dan dipecah oleh bakteri bisa berkurang.

5. Mencukur bulu atau waxing

Bulu di area ketiak dan kemaluan membuat keringat sulit menguap. Alhasil, bakteri sering kali berlindung di area ini. Oleh karena itu, mencukur atau sekadar memotong pendek bulu di area ini bisa sangat efektif dalam mengontrol bau badan.

Bila segala cara telah Anda lakukan dan gagal, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan ahli.

Dokter bisa meresepkan antiperspiran atau deodoran yang lebih kuat, memberi antibiotik yang bisa mengurangi jumlah bakteri di kulit, menyuntikkan botoks yang menghentikan aktivitas kelenjar keringat, mengaplikasikan laser yang bisa menyusutkan kelenjar keringat atau bahkan melakukan bedah yang bisa membuang kelenjar keringat bagi kasus-kasus ekstrem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.