Alasan Kisah Cinta Sedarah “I La Galigo” adalah Kisah Klasik GSA

Kompas.com - 07/07/2019, 20:06 WIB
I La Galigo Dok. Bali PurnatiI La Galigo

KOMPAS.com – Pertunjukan teater I La Galigo yang disutradarai oleh Robert Wilson di Jakarta akhirnya berakhir pada Minggu ini (7/7/2019) setelah empat hari berlangsung.

Pertunjukan ini diadaptasi dari Sureq Galigo dan menuturkan kisah cinta terlarang antara Sawerigading dan We Tenriabeng, dua saudara kembar yang sejak dalam kandungan ditakdirkan untuk jatuh cinta.

Untuk menghindari hubungan sedarah ( inses) terlarang yang bisa menghancurkan kerajaan, We Tenriabeng dipingit dalam istana, sedangkan Sawerigading dikirim melaut untuk mengeksplorasi dunia. Hingga dewasa, Sawerigading tidak tahu bahwa dia memiliki seorang adik perempuan.

Namun ketika mendengar bahwa wanita tercantik di dunia ada di istananya, Sawerigading kembali dan menyelinap masuk ke kamar We Tenriabeng. Sesuai ramalan, mereka pun langsung jatuh cinta ketika bertatap muka untuk kali pertama saat dewasa.

Baca juga: Pernikahan Sedarah di Bulukumba, Kenapa Kita Merasa Tabu?

Kisah klasik GSA

Walaupun mitos, sebetulnya kisah cinta Sawerigading dengan adik perempuannya sendiri, We Tenriabeng, ini merupakan contoh klasik dari Genetic Sexual Attraction (GSA).

Istilah GSA pertama kali diciptakan pada 1980-an oleh Barbara Gonyo, seorang perempuan yang jatuh cinta pada putranya sendiri ketika bertemu pertama kali saat dewasa.

GSA merujuk pada sebuah fenomena di mana dua saudara kandung atau keluarga dekat yang dipisahkan selama masa-masa kritis perkembangan mengalami ketertarikan ketika bertemu kembali saat dewasa. Para penderita GSA mengaku merasa tidak berdaya dengan perasaan mereka.

Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, keberadaan GSA masih diperdebatkan oleh para peneliti.

Meski demikian, data Post-Adoption Centre dan University College London yang dilansir dari Telegraph, 9 September 2016; menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi pada sekitar 50 persen reuni keluarga yang terpisah karena salah satu atau keduanya diadopsi.

Baca juga: Studi Buktikan Pernikahan Sedarah Punya Risiko Genetik Besar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X