Ahli Temukan Jejak Pengisapan Ganja Paling Awal, Berusia 2.500 Tahun

Kompas.com - 13/06/2019, 13:59 WIB
Anglo dan batu yang terbakar ditemukan di makam China kuno. Ini merupakan bukti awal pembakaran ganja untuk memperoleh sifat psikoaktifnya. Anglo dan batu yang terbakar ditemukan di makam China kuno. Ini merupakan bukti awal pembakaran ganja untuk memperoleh sifat psikoaktifnya.

KOMPAS.com - Kita tahu, ganja (Cannabis indica) sudah dikonsumsi sejak lama. Namun penggunaan awal tanaman yang dikenal sebagai obat psikotropika untuk memberi rasa senang berlebih itu belum banyak diketahui.

Berkat studi terbaru yang terbit di Science Advances, para arkeolog mengetahui bahwa 2.500 tahun lalu orang Asia Tengah sudah mengisap ganja di area pemakaman.

Kesimpulan ini didapat setelah tim arkeolog menemukan jejak tetra hydro cannabinol (THC) atau zat tetrahidrokanabinol yang terkandung di dalam ganja dan dapat memberikan euforia rasa senang berkepanjang.

Bukti ini ditemukan pada wadah pembakar dupa atau anglo berisi batu di situs pemakaman kuno Jirzankal di Dataran Tinggi Pamir, Asia Tengah.

Baca juga: Banyak Anjing di Amerika Serikat Keracunan Ganja, Ada Apa?

Ganja sendiri sudah dibudidayakan sejak 4000 SM sebagai bahan baku pembuatan minyak biji dan tanaman serat. Namun diketahui, pemakaian ganja alias konsentrasi THC dalam proses pengolahan minyak tersebut sangat rendah.

Menurut arkeolog, ini adalah bukti awal yang paling jelas terkait penggunaan kanabis untuk sifat psikoaktifnya.

Para ahli melakukan penggalian di area pemakaman kuno pada 2013. Selama penggalian, mereka telah menemukan 10 fragmen kayu berisi batu bekas pembakaran.

Tim menduga, pada awalnya pembakaran ganja digunakan untuk keperluan ritual adat.

Untuk menguji apakah itu memang bekas pembakaran ganja, tim mengekstraksi residu kayu dan batu agar bisa melihat komposisi kimia di dalamnya.

Seperti dilansir Science Alert, Rabu (12/6/2019), tim menggunakan teknik identifikasi spektrometri massa kromatografi gas untuk menganalisis bahan organik di salah satu wadah. Dalam tes pertama, biomarker ganja muncul pada lapisan dalam yang hangus terbakar.

Untuk memastikan ini, tim menganalisis sampel hanja kuno dari Pemakaman Jiayi di Turpan, yang berasal dari tahun 790-520 SM, sebagai pembanding.

"Hal yang mengejutkan kami adalah temuan biomarker ganja dan bahan kimia lokal yang terkait dengan sifat psikoaktif tanaman," ujar arkeolog Yimin Yang dari Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China.

"Ini adalah bukti paling awal pemakaian rokok ganja," imbuh Yang.

Halaman:



Close Ads X