Kucing Purba Bertaring Pedang Ternyata Mampu Hancurkan Tengkorak Lawan

Kompas.com - 04/06/2019, 21:02 WIB
Lukisan kucing bergigi pedang karya seniman Charles R. Knight yang berada di American Museum of Natural History Lukisan kucing bergigi pedang karya seniman Charles R. Knight yang berada di American Museum of Natural History

KOMPAS.com – Kita tahu karakter Diego dalam franchise film kartun Ice Age memiliki dalam taring panjang setajam pedang. Namun siapa sangka, makhluk seperti ini di masa lalu memang pernah menguasai Bumi.

Lewat temuan yang dilaporkan di jurnal Comptes Rendus Palevol para ahli dari berbagai institusi di Argentina mengungkap temuan fosil kucing purba dengan gigi taring mirip pedang.

Dalam laporan ilmiah mereka disebutkan, gigi itu diduga kuat dihadikan senjata paling mematikan bagi mangsa buruan maupun predator pesaing. Pasalnya, gigi itu memiliki kekuatan yang sanggup menghancurkan dan menembus tengkorak dan tulang lawan.

Para ahli menemukan beberapa sisa fosil tengkorak kucing gigi pedang di kawasan Amerika Selatan. Fosil itu milik Smilodon populator.

Baca juga: Tak Hanya Manusia, Kucing Pun Dimumikan oleh Orang Mesir Kuno

Para peneliti ini memukan fosil kucing bergigi pedang dengan lubang besar pada bagian tengkorak. Setelah melalui analisis, disimpulkan bahwa lubang tersebut konsisten dengan sifat fisik dan ukuran dari taring kucing gigi pedang dari spesies yang sama.

Lubang gigi ini berada di antara kedua mata, persis seperti luka yang sering dijumpai pasca pertarungan antara kucing besar jantan modern, seperti jaguar dan macan tutul, saat berkelahi berebut makanan atau teritori.

Ukuran lubang yang besar ini mengimplikasikan kehidupan kucing bergigi pedang yang amat brutal, karena gigi menembus tengkorak dan memiliki kedalaman yang sanggup merusak otak dan organ lainnya secara fatal dan menyebabkan kematian seketika.

Fosil kucing bergigi pedang dengan luka pada tengkorak yang ditimbulkan oleh tusukan taring kucing bergigi pedang lainnya Fosil kucing bergigi pedang dengan luka pada tengkorak yang ditimbulkan oleh tusukan taring kucing bergigi pedang lainnya
Hal ini mengimplikasikan bahwa kucing bergigi pedang bukan hanya berbahaya bagi mangsanya, namun juga bagi sesamanya, yang menjadi pesaingnya dalam perebutan makanan, teritori, ataupun pasangan.

Kucing bergigi pedang merupakan salah satu predator puncak pada akhir epos Pleistosen, yakni sekitar 11.000-126.000 tahun yang lalu. Berdasarkan temuan fosil, diperkirakan kucing ini menempati kawasan Amerika Utara hingga Selatan.

Baca juga: Ini yang Terjadi Kala Kucing Purba Bertaring Pedang Sakit Gigi

Kucing ini memiliki postur dan ukuran tubuh mirip dengan harimau, dengan panjang mencapai 120 cm dan bobot tubuh berkisar antara 220 hingga 400 kg.

Semula, para paleontolog menganggap bahwa taring kucing bergigi pedang ini terlalu ramping dan rapuh untuk dapat menembus dan menghancurkan material keras seperti tulang. Namun, temuan fosil kali ini membantah anggapan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber phys.org
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X