Tak Hanya Manusia, Kucing Pun Dimumikan oleh Orang Mesir Kuno

Kompas.com - 12/11/2018, 18:33 WIB
Patung kucing yang ditemukan di makam kuno berusia 6.000 tahun di Selatan Kairo Patung kucing yang ditemukan di makam kuno berusia 6.000 tahun di Selatan Kairo

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi bahwa orang Mesir kuno adalah pencinta kucing. Hal ini ditegaskan pada sebuah temuan arkeologi terbaru.

Para arkeolog baru saja menemukan lusinan kucing yang dimumikan saat menggali sebuah pemakaman kuno berusia 6.000 tahun.

Selain kucing, di makam itu juga ditemukan 100 patung Bastet, dewi kucing, yang disepuh dengan perunggu. Mumi dan patung-patung tersebut ditemukan di tujuh sarkofagus Saqqara, sebuah situs di tepi kompleks piramida di selatan Kairo.

Menteri Barang Antik Mesir, Khaled el-Enany menyebut temyan ini diperoleh dalam misi arkeologi yang dimulai pada April lalu.

Baca juga: Kuburan Massal Mumi Penguin Ungkap Masa Depan Iklim Kita

Dilansir dari The Guardian, Minggu (11/11/2018), makam tersebut berasal dari Dinasti Kelima Kerajaan Lama. Para arkeolog menilai makam ini tidak biasa karena fasad dan pintunya masih utuh.

Artinya, isi makam tersebut belum tersentuh, kata Mohamed Youssef direktur area Saqqara. Melihat hal ini, para ahli rencanannya akan menjelajahi wilayah ini beberapa waktu mendatang.

Mostafa Waziri, kepala Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir mengatakan, misi ini menjadi penemuan mamalia pertama di wilayah itu.

Dua mumi kucing ditemukan dalam sarkofagus batu kapur persegi panjang dengan tutup kubah yang berhiaskan tiga scarab (perlambang kumbang Mesir kuno) dicat hitam.

"Scarab pada mumi adalah sesuatu yang sangat unik. Ini adalah sesuatu yang sangat langka," ungkap WAziri.

"Beberapa hari yang lalu, ketika kami menemukan peti mati itu, mereka disegel dengan gambar scarab. Saya tidak pernah mendengar tentang mereka sebelumnya," sambungnya.

Pihak terkait, mengabadikan temuan ini dan kemudian mengunggahnya di sosial media milik Kementerian Barang Antik Mesir.

Antonietta Catanzariti, kurator pameran Sackler Gallery Divine Felines: Cats of Ancient Egypt mengatakan, di Mesir kuno kucing dianggap sebagai dewa meskipun tidak benar-benar disembah.

"Apa yang mereka lakukan adalah mengamati perilaku kucing," tegas Catanzariti dilansir dari NPR, Minggu (11/11/2018).

Dari pengamatan tersebut, para warga Mesir kuno menciptakan dewa dan dewi. Kucing bukan satu-satunya hewan yang dijadikan dewa, tapi ada juga anjing, buaya, banreng, dan ular.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X