Kompas.com - 09/11/2018, 19:35 WIB
Sebuah penelitian yang dilakukan Vanderbilt University, Tennessee, Amerika Serikat hewan karnivora seperti kucing Saber-toothed mungkin saja dapat terluka di bagian mulut mereka. Ini terbukti ketika mereka kerusakan pada gigi dari fosil kucing besar ini. (National Geographic)Sebuah penelitian yang dilakukan Vanderbilt University, Tennessee, Amerika Serikat hewan karnivora seperti kucing Saber-toothed mungkin saja dapat terluka di bagian mulut mereka. Ini terbukti ketika mereka kerusakan pada gigi dari fosil kucing besar ini.

KOMPAS.com – Bukan hanya manusia saja yang bisa sakit gigi, hewan pun mungkin merasakannya. Terlebih lagi bagi hewan karnivora yang setiap hari memakan daging dan mengincar buruan yang lebih besar tubuh mereka, seharusnya kondisi oral mereka dapat terluka.

Sebuah penelitian yang dilakukan Vanderbilt University, Tennessee, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa hewan karnivora, seperti Smilodon atau harimau Sabertooth, mungkin saja dapat terluka di bagian mulut atau mengalami gigi patah karena tendangan mangsanya. Ini terbukti ketika mereka menemukan kerusakan pada gigi dari fosil kucing besar bertaring pedang ini.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Larisa DeSantis, ketika sedang mengalami sakit gigi, Smilodon akan mengubah buruan mereka.

Ini terlihat dari pola kerusakan mikroskopis pada gigi dari fosil yang menunjukkan bahwa predator yang oralnya terluka akan berpindah mencari mangsa yang lebih lunak. Bahkan, ada indikasi bahwa mereka yang sakit gigi akan disediakan makanan oleh kucing besar yang lain.

Baca juga: Manusia Purba Juga Mengenal Obat Sakit Gigi

"Fakta bahwa mereka makan makanan yang benar-benar tidak tersedia untuk mereka kecuali sengaja disediakan untuk mereka, dan luka ini berdurasi cukup lama menunjukkan bahwa mereka makan makanan yang disediakan oleh kucing lain," ujar DeSantis seperti dikutip dari Science Daily pada Senin (05/11/2018).

DeSantis menambahkan bahwa pola kerusakan terekam pada enamel gigi. Dia dan rekan-rekannya membandingkan pola kerusakan mikro pada gigi kucing yang terluka dengan yang tidak terluka dari koleksi fosil yang ada di Museum La Brea Tar Pits di Los Angeles, California. Banyak dari fosil menunjukkan tanda-tanda infeksi yang terjadi dalam waktu lama.

"Apa yang benar-benar menarik tentang ini adalah, bahwa Anda melihat bukti yang cukup jelas bahwa mereka bertahan lebih lama dengan cedera oral. Ini memberi bukti bahwa ada potensi perawatan dalam kelompok kucing ini," kata DeSantis.

Setali tiga uang, temuan ini juga mendukung gagasan bahwa kucing bergigi pedang adalah hewan sosial.

"Ada banyak bukti bahwa Smilodon adalah hewan sosial dan suka berteman yang menyiratkan bahwa mereka berburu bersama dan makan bersama kelompok pemburu," kata Christopher Shaw, manager koleksi dari museum yang sama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X