Penemuan yang Mengubah Dunia: Media Sosial, Kenapa Bikin Panik saat Diblokir?

Kompas.com - 23/05/2019, 22:04 WIB
Ilustrasi media sosialshutterstock Ilustrasi media sosial

KOMPAS.com - Rabu (22/05/2019) kemarin, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kesulitan mengakses beberapa media sosial.

Layanan pesan Whatsapp, Facebook, dan Instagram memang tengah diblokir aksesnya oleh pemerintah demi mengangkal peredaran berita palsu atau hoaks.

Pemblokiran ini sempat membuat panik warganet. Pasalnya, ketiga platform tersebut cukup digandrungi oleh warganet di Indonesia.

Hal ini menyadarkan kita media sosial telah mengubah cara komunikasi dunia. Bahkan, tak bisa mengakses media sosial saja sudah membuat kita merasa kesusahan.

Masyarakat kini lebih mengandalkan media sosial untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga. Tak hanya itu, media sosial menjadi tempat warganet untuk memperoleh informasi terkini serta hiburan.

Baca juga: Wiranto Benar, Media Sosial Memang Bisa Mengeskalasi Kerusuhan 22 Mei

Media sosial sendiri merupakan sebuah istilah yang terbilang baru, sesuai dengan masa kemunculannya.

Kemunculan Media Sosial

Sejarah media sosial bermula pada akhir abad ke-19. Titik awalnya adalah teknologi telegraf yang dikirimkan oleh Samuel Morse pada 1844.

Meski begitu, banyak orang berpendapat bahwa telegraf tidak bisa masuk dalam terminologi media sosial karena tidak online.

Sedangkan media sosial sendiri dianggap sebagai teknologi komunikasi yang berbasis internet. Karena itu, pertumbuhan internet pada 1970-an menjadi awal mula dari media sosial.

1978, media sosial pertama tercipta. Bentuknya adalah Bulletin Board System (BBS), sebuah platform yang mengumumkan pertemuan dan berbagi informasi dengan mengunggahnya di BBS.

Ini menjadi tonggak komunitas vitrual pertama dalam sejarah.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X