Sangat Mewah, Firaun Mesir Ini Pakai Perhiasan dari Pecahan Meteorit

Kompas.com - 21/05/2019, 10:23 WIB
Penampakan potongan kaca berwarna kuning yang berasal dari tubrukan meteorit.science alert Penampakan potongan kaca berwarna kuning yang berasal dari tubrukan meteorit.

KOMPAS.com - Orang Mesir Kuno ternyata sudah akrab dengan penggunaan benda-benda angkasa yang jatuh ke Bumi untuk berbagai keperluan. Seperti halnya Firaun Mesir, Tutankhamun, yang memanfaatkan potongan kecil kaca dari benda angkasa sebagai hiasan dada.

Sekitar 29 juta tahun lalu, potongan-potongan kaca kuning tersebut ditemukan di gurun barat Mesir.

Potongan tersebut di perkirakan berasal dari peristiwa tabrakan meteroit di permukaan planet.

Berdasar analisis ahli, potongan kaca itu berisi mineral langka yang disebut reidite, mineral yang hanya terbentuk selama tabrakan meteorit.

Baca juga: Misteri Mesir Kuno, Makam 4.500 Tahun dekat Piramida Giza Dibuka

Asal muasal potongan kaca berwarna kuning itu akhirnya berhasil terungkap setelah peneliti dari Australia dan Austria melakukan penelitian.

Sebelumnya para ahli memperdebatkan soal dari mana asal serta bagaimana potongan kaca berwarna kuning itu akhirnya sampai di Bumi.

"Ini telah menjadi topik perdebatan, apakah kaca terbentuk selama tabrakan meteorit atau ledakan udara yang terjadi saat asteroid meledak dan menyimpan energi di atmosfer Bumi," kata Aaron Cavosie, peneliti dari Curtin University di Australia, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (16/5/2019).

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Geology, tim memerika butiran kecil mineral bernama zirkon yang terdapat dalam sampel potongan kaca. Analisis justru menemukan jejak mineral lain yang disebut reidite yang terbentuk dalam tekanan tinggi.

Baca juga: Misteri Mesir Kuno, Arkeolog Temukan Makam Megah Bak Istana di Luxor

"Tumbukan meteorit menciptkan gelombang kejut yang membentuk mineral bertekanan tinggi. Jadi menemukan bukti reidite menegaskan bahwa potongan kaca tercipta karena dampak meteorit," tambah Cavosie.

Penelitian ini sekaligus memberikan pandangan baru bahwa peristiwa tubrukan meteorit yang jauh lebih langka dan besar dapat menghasilkan potongan kaca seperti yang ditemukan di barat Mesir.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X