Mulai Besok Definisi Kilogram Resmi Berubah, Begini Efeknya

Kompas.com - 20/05/2019, 11:17 WIB
Ilustrasi kilogram. Ilustrasi kilogram.

KOMPAS.com - November lalu para ilmuwan mengumumkan akan mengganti pakem pengukur berat atau kilogram yang sudah dipakai selama 130 tahun pada 2019 ini. Kini, para ilmuwan mengumumkan bahwa definisi baru dari kilogram akan secara resmi berubah mulai besok.

Keputusan ini sudah bulat sesuai hasil rapat General Conference on Weights and Measures di Versailles, Perancis, tahun lalu.

Seperti dalam pemberitaan Kompas.com edisi (16/11/2018), disebutkan bahwa selama ini ukuran berat dibuat berdasarkan Le Grand K atau K besar, logam yang menentukan berat satu kilo.

Berbagai timbangan mulai dari timbangan di dapur sampai timbangan berat badan dibuat berdasarkan standar logam yang disimpan di brangkas Paris sejak 1889.

Baca juga: Ini Sepupu T-Rex, Bobotnya Cuma 40 Kilogram dan Tingginya 1 Meter

Seiring berjalannya waktu, logam yang disimpan di brangkas Paris itu mudah kehilangan atom atau menyerap molekul dari udara, yang membuat massanya berubah puluhan mikrogram dalam satu abad terakhir.

Ini berarti, prototipe yang digunakan di seluruh dunia untuk mengukur kilogram dan timbangan kalibrasi tak lagi akurat.

Perbedaan tipis ini tak akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Namun bahi para ilmuwan, terutama yang bersinggungan dengan perhitungan sains akan menjadi masalah.

Oleh karena itu, prototipe ukuran berat harus tepat dan konstan, dan sebisa mungkin berdasarkan hukum alam semesta bukan berdasarkan objek fisik seperti patokan ukuran kilogram.

Untuk diketahui, empat dari tujuh unit dasar Sistem Satuan Internasional (SI) tidak didasarkan pada konstanta fisika, yakni amper (arus listrik), kelvin (suhu), mole (jumlah zat atau partikel), dan kilogram ( massa).

Dalam pembahasan November lalu, para ilmuwan juga mempertimbangkan untuk memperbarui patokan pengukuran amper, kelvin, dan mole.

"Kami berpendapat, jika semua unit pengukuran didasarkan pada konstanta fisika, maka di masa depan pakem pengukuran akan stabil, tidak berubah, dan terpenting dapat diakses secara universal di mana saja," jelas Terry Quinn selaku Direktur Emeritus dari International Bureau of Weights and Measures (BIPM), dilansir Science Alert, Minggu (19/5/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X