Laporan PBB: Biodiversitas Hutan Terancam Banyak Faktor, Apa Saja?

Kompas.com - 15/05/2019, 10:13 WIB
Ilustrasi hutan. Ilustrasi hutan.


KOMPAS.com - PBB telah mengeluarkan laporan baru tentang lingkungan global dan mengatakan, menurunnya kualitas lingkungan dan punahnya banyak jenis kehidupan terus bertambah cepat.

Studi PBB itu memperingatkan banyak faktor yang mengakibatkan dampak serius itu, termasuk perubahan iklim, polusi, penggundulan hutan dan meluasnya tanaman dan hewan-hewan yang invasif.

Di Afrika Selatan, Taman Nasional Garden Route terletak di sepanjang pantai yang indah, tapi di sana juga terdapat sejumlah tanaman invasif yang terus meluas.

Taman Nasional Garden Route terdiri dari hutan-hutan subur dan garis pantai yang indah. Tapi biodiversitas di taman seluas 650 km persegi itu kini terancam oleh beberapa jenis tanaman liar yang merusak.

Baca juga: Kerusakan Alam dan Musnahnya Jutaan Spesies Nyata, Saatnya Bertindak

"Ancaman nomor satu di Taman Nasional ini adalah tanaman asing yang invasif. Ada kira-kira 200 tanaman seperti itu, tapi hanya sekitar 10 sampai 20 jenis yang bisa mengubah lanskap kawasan ini," ujar Johan Baard, pakar ekologi tanaman.

Tanaman invasif itu bersaing dengan tanaman semak dan pohon-pohon yang sudah lama ada di kawasan ini. kebakaran hutan tahun 2017 dan 2018 merusak banyak bagian hutan ini, tapi sekaligus membuat petugas taman nasional bisa mengidentifikasi dan memusnahkan tanaman-tanaman liar ini.

"Kebakaran itu juga memungkinkan para petugas masuk dengan mudah ke kawasan hutan itu dan menemukan tanaman-tanaman liar yang tumbuh lebih cepat dari tanaman asli. Tanaman-tanaman liar ini muncul dua sampai tiga tahun setelah kebakaran. Inilah waktunya dimana kita bisa memusnahkan mereka sebelum tanaman itu mulai menghasilkan biji untuk berkembang lebih jauh," tambah Johan Baard.

Baca juga: Begini Bentuk Molekul Pertama di Alam Semesta Setelah Big Bang

Tapi tanaman-tanaman asli tidak semuanya musnah karena kebakaran dan masih tumbuh subur di berbagai tempat terpencil dalam taman nasional itu.

"Di tempat-tempat terpencil itu kita bisa melihat bagian-bagian hutan yang asli. Disana juga terdapat beberapa jenis tanaman yang tadinya dianggap sudah punah sejak lama. Tapi setelah terjadinya peristiwa-peristiwa ekstrim seperti kebakaran hutan, tampaknya mereka bisa muncul lagi," imbuh Stef Freitag-Ronaldson, kepala bagian riset pada taman nasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Oh Begitu
Logam Misterius Ditemukan di Gurun yang Terpencil

Logam Misterius Ditemukan di Gurun yang Terpencil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X