Kompas.com - 10/05/2019, 16:00 WIB
Kebakaran hutan dan lahan semakin meluas di Kota Dumai, Riau, Minggu (24/3/2019). Dok. Manggala Agni KOMPAS.com/IDON TANJUNGKebakaran hutan dan lahan semakin meluas di Kota Dumai, Riau, Minggu (24/3/2019). Dok. Manggala Agni


KOMPAS.com - Ilmuwan yang berkumpul di Paris mengeluarkan peringatan yang dramatis tentang dampak aktivitas manusia terhadap keanekaragaman hayati dunia, dengan mengatakan spesies yang punah kini mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Laporan setebal 1.800 halaman mengenai hal itu dirilis hari Senin (6/5) pada sesi ketujuh Intergovernmental Science and Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES), atau program ilmu pengetahuan dan kebijakan antarpemerintah mengenai keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Laporan itu mengacu pada karya 450 peneliti dari puluhan negara dan memperingatkan bahwa satu juta spesies tanaman, serangga, dan hewan di dunia beresiko punah, banyak di antaranya dalam beberapa dekade.

Baca juga: Akibat Kehidupan Manusia, Satu Juta Spesies Terancam Punah dari Bumi

Dalam sebuah pernyataan, IPBES memperkirakan sekitar satu juta spesies hewan dan tumbuh-tumbuhan terancam punah dalam beberapa puluh tahun mendatang, sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia.

Alam secara global sedang menurun pada tingkat yang juga belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia,” demikian peringatan para ilmuwan dalam laporan itu.

Skenario yang mereka gambarkan itu mengerikan karena semuanya tergantung pada ekosistem yang sama, tanpa pengecualian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman delapan juta spesies hewan dan tumbuhan di bumi. Tingkat kepunahan mereka saat ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata 10 juta tahun terakhir.

"Rata-rata sekitar seperempat dari semua spesies, di banyak kelompok, terancam risiko kepunahan yang tinggi," ujar Thomas Brooks, kepala tim ilmuwan di International Union for Conservation of Nature.

Laporan itu mengidentifikasi lima hal yang dilakukan manusia sehingga keanekaragaman hayati berkurang drastis, termasuk mengubah habitat menjadi pertanian dan kota, penangkapan ikan berlebihan, mendorong perubahan iklim melalui pembakaran bahan bakar fosil, mencemari air dan udara, dan memungkinkan spesies invasif mengalahkan flora dan fauna endemik.

Baca juga: WWF: Keanekaragaman Hayati Hilang Besar-besaran karena Ulah Manusia

Para pemimpin IPBES, yang mengeluarkan laporan itu, mengatakan dengan tindakan-tindakan itu manusia melukai diri sendiri dengan mengancam pasokan makanan, air, dan kesehatan mereka.

Mereka menyerukan agar manusia menghindari efek terburuk dengan mengubah cara kita memproduksi apa yang kita konsumsi, mulai dari makanan dan energi, sampai pada bagaimana kita menangani limbah dengan lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.