Kompas.com - 07/05/2019, 19:30 WIB
Air Terjun Bulu Boltak yang berada tidak jauh dari lokasi Camp Mayang. Air Terjun Bulu Boltak yang berada tidak jauh dari lokasi Camp Mayang.

Area sekitar air terjun dikelilingi oleh batuan berlumut yang licin dan dikerumuni hamparan tumbuhan pakis liar. Saya beberapa kali terpeleset, meski sudah sangat berhati-hati.

Jhon Ferry Manurung, Staf Pengindraan Yayasan Ekosistem Lestari, mengatakan bahwa Air Terjun Bulu Boltak merupakan salah satu pemasok cadangan air untuk PLTA Sihaporas.

Akses menuju air terjun ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari camp.

Meski berjarak relatif dekat, namun jalur menuju air terjun sangat sulit dilalui dengan kemiringan lereng yang terbilang curam, dilengkapi oleh perakaran pohon yang membelit, batuan kecil yang tajam, serta tekstur tanah liat yang lengket dan licin.

Kondisi ini turut berperan dalam menjaga kondisi air terjun agar tetap asri dan tidak banyak terjamah manusia.

Baca juga: Banyak Diprotes, Bank of China Evaluasi Kembali PLTA Batangtoru

Lingkungan hutan yang terjaga dengan baik salah satunya disebabkan oleh perilaku masyarakat sekitar yang menjaga hutan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masyarakat Desa Es Kalangan II kebanyakan mengandalkan perkebunan karet, kopi, coklat dan aren sebagai bahan dasar tuak sebagai mata pencaharian mereka. Sebagian lagi juga menanam padi untuk keperluan konsumsi pribadi.

Beberapa penduduk juga memiliki kebun buah, terutama mangga dan durian, yang mereka pasarkan ke kota terdekat, seperti Pandan dan Sibolga.

Mereka mengandalkan aliran sungai-sungai kecil di sekitar hutan untuk irigasi perkebunan yang mereka miliki.

Selain itu, terdapat ikatan emosional tersendiri dengan hutan Batang Toru, yang menghubungkan desa mereka dengan Tapanuli Utara, yang menurut penuturan mereka sendiri, merupakan tanah leluhur mereka sejak sebelum masuknya koloni Belanda.

“Ada tugu (patok) batunya itu, dulu hutan ini masuk kawasan Tapteng, dari nenek moyang dulu-dulu," ujar Bang Gabe, warga desa yang juga menjadi porter pembawa barang untuk YEL.

Pria humoris yang akrab disapa Ayah Lena ini juga menuturkan bahwa jika hutan terganggu, maka masyarakat setempatlah yang bertanggung jawab atasnya, dan akan mendapat gangguan balasan dari alam.

“Kalau harimau sampai masuk ke desa-desa ini, artinya ada warga yang punya dosa, berbuat kesalahan apa itu dia, jadi harimau pun minta tumbal," tutupnya.

Baca juga: INFOGRAFIK: Sejumlah Fakta Mengenai Orangutan di Kalimantan...

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X