Kompas.com - 07/05/2019, 19:30 WIB
Camp Mayang, stasiun monitoring untuk pengamatan aktivitas & perilaku orangutan dan fauna lainnya. Camp Mayang, stasiun monitoring untuk pengamatan aktivitas & perilaku orangutan dan fauna lainnya.

Kamp yang didirikan sejak tahun 2006 ini terdiri dari lima bangunan pondokan tripleks, ditutupi daun rumbia kering dan terpal berwarna biru. Salah satu pondokannya digunakan sebagai ruang rapat dan koordinasi.

Terdapat pula dapur umum serta dua bilik di tepi sungai yang dipergunakan sebagai ruangan mandi dan toilet.

Baca juga: Katak Raksasa sampai Orangutan Tapanuli, 5 Bukti Kekayaan Indonesia

Di kamp ini, peneliti melakukan monitoring orangutan tapanuli, pemantauan fauna via camera trap, pengamatan fenologi (pengamatan pengaruh ilkim dan lingkungan), serta pemetaan melalui pengindraan jauh.

“Pengamatan orangutan yang dilakukan disini termasuk perilakunya, khususnya induk dan anaknya”, ujar Sheila Kharismadewi Silitonga, Koordinator Riset Camp Mayang.

Monitoring orangutan dilakukan dengan mengikuti individu yang sebelumnya sudah pernah ditemui. Diantaranya, terdapat beberapa yang sangat sering dijumpai dan bahkan diberi nama khusus, seperti Betta, Bintang, dan Pixel.

Pada pagi hari, suasana camp diwarnai oleh lulungan dan teriakan berbagai primata, termasuk gibbon dan siamang. Bahkan suara panggilan orangutan pun sayup-sayup dapat terdengar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Orangutan pernah ada yang bersarang di sekitar camp, tapi itu pun tidak lama dan sekarang jarang keliatan di sekitar sini”, tambahnya.

Di hutan, saya menanti kesempatan untuk bertemu orangutan langka itu. Ketika ada ranting pohon yang bergoyang dan menimbulkan suara keras, saya menengadah dan mencari-cari wajah sang orangutan dengan binokuler.

Sayang, berhari-hari mencari, saya tidak menemukan satu pun orangutan Tapanuli. Begitu pula primata lainnya, seperti siamang dan gibbon, meski suaranya dapat saya dengar dari kejauhan.

Peneliti mengungkapkan, primata yang hidup di pepohonan dengan ketinggian hingga 15 meter itu bisa mudah dijumpai saat musim buah. Saat saya datang, musim buah sudah lewat sehingga orangutan pun sulit dijumpai.

Saya mengikuti tim peneliti melakukan monitoring. Sayangnya, dalam kegiatan itu, saya juga tak bertemu dengan orangutan Tapanuli. Saya harus puas mendengarkan suaranya saja setiap pagi.

Baca juga: Relawan Temukan Dua Bayi Orangutan Tapanuli, Apa Artinya?

 

Pesona Air Terjun Bulu Boltak

Harangan Tapanuli juga memiliki banyak spesies flora langka, misalnya Balanophora, tumbuhan parasit yang belum banyak dipelajari, serta berbagai buah-buahan hutan.

Tidak jauh dari lokasi Camp Mayang, terdapat Air Terjun Bulu Boltak. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter, dan mengisi sebuah kolam air berkedalaman sekitar 12 meter di bawahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X