The Conversation
Wartawan dan akademisi

Platform kolaborasi antara wartawan dan akademisi dalam menyebarluaskan analisis dan riset kepada khalayak luas.

Setahun di Luar Angkasa Bikin Astronot Tambah Tua atau Muda?

Kompas.com - 30/04/2019, 20:05 WIB

Dengan demikian, panjang telomer mencerminkan genetik , pengalaman, dan paparan individu, dan juga indikator informatif kesehatan umum serta penuaan.

Telomer dan penuaan

Riset kami menunjukkan bahwa tekanan unik dan paparan luar biasa yang dialami astronot selama penerbangan ke luar angkasa - hal-hal seperti isolasi, gaya berat mikro, kadar karbon dioksida yang tinggi dan sinar kosmik galaksi - akan mempercepat pemendekan dan penuaan telomer.

Untuk menguji hal ini, kami mengevaluasi panjang telomer dalam sampel darah yang kami ambil dari si kembar sebelum, selama, dan setelah misi satu tahun.

Scott dan Mark memulai riset itu dengan panjang telomer yang relatif sama, yang konsisten dengan komponen genetik yang kuat. Juga seperti yang diharapkan, panjang telomer Mark yang berada di Bumi relatif stabil selama penelitian.

Tapi yang sangat mengejutkan kami, telomer Scott jauh lebih panjang di setiap titik waktu dan pada setiap sampel yang diuji selama penerbangan luar angkasa. Kasus tersebut terbalik dengan apa yang kami harapkan.

Selain itu, ketika Scott kembali ke Bumi, panjang telomer memendek dengan cepat, kemudian kembali stabil selama beberapa bulan berikutnya mendekati rata-rata sebelum penerbangan. Namun, dari sudut pandang penuaan dan risiko penyakit, ia memiliki telomer yang lebih pendek setelah penerbangan luar angkasa daripada sebelumnya.

Tantangan kami sekarang adalah mencari tahu bagaimana dan mengapa pergeseran khusus penerbangan luar angkasa dalam dinamika panjang telomer terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan kami akan memiliki relevansi dengan penduduk dunia juga, karena nantinya kita semua mengalami penuaan dan mengalami kondisi terkait usia.

Hasil riset TWINS ini dapat memberikan petunjuk baru ke dalam proses yang terlibat, dan dengan demikian meningkatkan pemahaman kita tentang apa yang mungkin kita lakukan untuk menghindarinya atau memperpanjang rentang kesehatan.

Efek kesehatan jangka panjang dari penerbangan berdurasi panjang belum ditentukan, tapi riset TWINS mewakili langkah penting dalam perjalanan manusia ke bulan, Mars dan seterusnya… dan mengubah fiksi ilmiah menjadi fakta ilmiah.

Susan Bailey

Professor of Radiation Cancer Biology and Oncology, Colorado State University

Artikel ini dipublikasikan atas kerja sama Kompas.com dan The Conversation Indonesia dari judul asli "Apakah setahun di luar angkasa membuat Anda jadi lebih tua atau lebih muda?". Isi artikel di luar tanggung jawab Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.