Ratusan Anggota KPPS Meninggal, Tak Tidur Bikin Tubuh Bak Orang Mabuk

Kompas.com - 26/04/2019, 08:00 WIB
Jenazah anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur, Jawa Barat, Entis Tisna Sasmita (62) saat akan dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Entis meninggal diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANJenazah anggota KPPS 13 Perum Hegarmanah, Cianjur, Jawa Barat, Entis Tisna Sasmita (62) saat akan dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Entis meninggal diduga kelelahan usai menjalankan tugas di TPS.

KOMPAS.com - Kabar tentang meninggalnya petugas KPPS setelah menjalankan tugasnya dalam pemilu 17 April 2019 lalu terus terjadi. Hingga Kamis (25/04/2019) KPU menyebut anggota KPPS yang meninggal mencapai 225 jiwa.

Selain angka tersebut, lebih dari seripu petugas juga dilaporkan sakit. Penyebab meninggal atau sakitnya para anggota KPPS ini adalah kelelahan dan kecelakaan.

Hal ini bisa jadi disebabnyak oleh durasi kerja yang mereka lakukan. Pasalnya, anggota KPPS melakukan pekerjaan mulai dari pagi hingga menjelang pagi kembali.

Artinya, mereka bekerja hampir 24 jam untuk pemilu lalu. Lebih buruk lagi, jika para petugas ini masih harus pergi bekerja pada pagi harinya.

Baca juga: Puluhan Petugas KPPS Meninggal, Beban Kerja Berlebih Mengancam Nyawa

Itu membuat mereka harus merelakan waktu tidur selama beberapa jam ke depan. Padahal, manusia membutuhkan tidur untuk memulihkan tubuhnya.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi ketika seseorang kehilangan waktu tidurnya dalam jangka waktu yang sangat lama seperti itu?

Melansir dari Times of India, sebuah penelitian mengklaim bahwa ketika seseorang mengalami kurang tidur maka pikirannya "pergi tidur" sendiri, meskipun orang tersebut benar-benar terjaga.

Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan berbagai kekacauan karena pikiran mereka tidak fokus. Ketika hal tersebut terjadi, tak bisa dipungkiri bahwa ada kemungkinan lebih besar untuk terjadinya kecelakaan.

Tak hanya itu, pengambilan keputusan Anda menjadi lebih buruk ketika kurang tidur. Artinya, meski tubuh Anda tetap terjaga, pikiran dan fokus Anda justru tidak siap untuk berbagai hal yang tiba-tiba.

Kabar buruknya, tidak tidur lebih dari 17 jam membuat tubuh Anda pada dasarnya sedang mabuk.

"Hal pertama yang terjadi (jika Anda tidak tidur lebih dari 17 jam) adalah kemampuan Anda untuk berpikir," ungkap dokter Joseph Ojile, anggota dewan National Sleep Foundation dikutip dari USA Today, 22 Maret 2017.

"Kami tahu pada 17 jam, Anda berada pada tingkat alkohol dalam darah 0,08 persen," imbuhnya.

Dengan kadar alkohol sebanyak itu, beberapa hukum international melarang seseorang mengemudi karena risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Baca juga: 119 Petugas KPPS Meninggal, Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Kelelahan

Tidak Tidur 24 Jam

Ilustrasi kurang tidurTomwang112 Ilustrasi kurang tidur

Lebih jauh lagi, jika seseorang tidak tidur selama 24 jam, maka akan setara dengan kadar alkohol dalam darah 0,1 persen.

Selain itu, tidak tidur selama 24 jam atau lebih dapat mempengaruhi keterampilan kognitif seseorang. Ini mengacaukan kemampuan pikiran Anda untuk bekerja secara efisien.

Tetap terjaga selama waktu tersebut berdampak pada kemampuan fokus dan konsentrasi Anda.

Menurut Ojile, tidak sepenuhnya jelas bagaimana efeknya memburuk dalam 24 jam terakhir. Otak mulai mengalami microsleep sekitar 15 hingga 30 detik tanpa orang tersebut sadari.

Akhirnya, tidak tidur menyebabkan kematian.

36 Jam Tak Tidur

Semakin lama Anda tidak tidur, bahkan mencapai 36 jam, maka semakin memperburuk kondisi. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kurang tidur selama 36 jam memberikan tekanan tidak hanya pada otak tetapi juga pada jantung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X