Kompas.com - 21/04/2019, 17:03 WIB

Di kalangan ilmuwan Internasional Evvy sangat dihormati dan dikenal sebagai penemu penghantar listrik berbahan gelas ketika magang di Hahn Meitner Institute (HMI) Berlin, Jerman, pada 1990.

Hasil studinya  diperkenalkan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang pada 1996.

Sejak saat itu, nama Evvy Kartini meninggalkan jejak di jurnal-jurnal sains internasional seperti Physica B.

Sampai saat ini, Evvy masih aktif terlibat di berbagai penelitian tingkat dunia dan menjadi bagian penting di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Baca juga: Penderita Kanker Meningkat, Peneliti LIPI Kembangkan Alat Deteksi Dini

4. Siti Nurul Aisyiyah Jenie


Siti Nurul Aisyiyah Jenie atau yang akrab disapa Ais merupakan peneliti di Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam pemberitaan Kompas.com edisi November 2017, Ais telah mengembangkan penelitian untuk membuat perangkat pendeteksi sel kanker.

"Ke depannya akan dibentuk alat yang bisa dipakai masyarakat awam untuk deteksi dini kanker stadium satu atau stadium dua," kata Siti di komplek Kemenristek Dikti, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Siti menggunakan nanopartikel dari silika alam yang diambil dari Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal (PLTG) Dieng. Ketersediannya cukup mudah didapatkan.

Silika nanopartikel dimodifikasi menjadi fluoresens (pancaran sinar dari suatu zat) silika nanopartikel. Kemudian, zat itu dikombinasikan dengan biomolekul yang dapat mengikat sel kanker. Menurut Siti, jika terdapat pertumbuhan sel kanker, terdapat kenaikan konsentrasi hormon tertentu.

Nantinya, alat deteksi kanker tak perlu dimasukkan ke dalam tubuh. Langkah deteksi sel kanker dilakukan dengan meletakkan sampel tubuh, seperti darah, keringat, atau urin yang diletakkan di atas nanopartikel. Jika sel kanker terdeteksi, nanopartikel silika akan bercahaya yang mengharuskan pemeriksan lebih kompleks ke rumah sakit.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.