Kompas.com - 20/04/2018, 15:07 WIB
Ilustrasi menstruasi Ru_FotoIlustrasi menstruasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan mendorong perempuan berani memanfaatkan cuti haid. Pasalnya, cuti haid masih kerap diabaikan oleh pekerja ataupun perusahaan. Padahal itu termasuk hak pekerja perempuan.

"Kita (pekerja perempuan) mesti berani mengajukan cuti haid. Sebab kita butuh (hak tersebut)," ujar Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, drg. Kartini Rustandi, M.Kes di sela-sela temu media bertajuk "Peningkatan Kualitas Kesehatan Pekerja Wanita untuk Wujudkan Keluarga Sehat," di Jakarta, pada Jumat (20/4/2018).

Menurut Kartini, menstruasi bagi beberapa perempuan bukanlah perma salahan. Menstruasi hanya sebagai siklus bulanan biasa. Namun, bagi perempuan lainnya, menstruasi kerap menimbulkan keluhan.

"Ada perempuan yang bahkan sampai kesakitan hingga guling-guling," ujarnya.

Untuk itu, perempuan tidak perlu takut untuk mengajukan cuti haid, apalagi jika memang haid tersebut dirasa mengganggu aktivitas.

"Cuti haid itu bentuk keberanian menghargai diri sendiri," imbuhnya.

Baca juga : Menstruasi Pertama Anak Perempuan Kian Dini, Apa Sebabnya?

Selanjutnya, perusahan mesti mengabulkan permohonan cuti haid tersebut. Kekurangan pekerja dan produktivitas terhambat jangan dipakai untuk menolak permintan cuti haid karyawan.

Hak perempuan pekerja untuk mendapatkan cuti haid telah tertuang dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa pekerja buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

Kemenkes telah melakukan sejumlah upaya untuk menggencarkan penggunaan cuti haid tersebut. Salah satunya dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Okupasi Indonesia (Perdoki).

"Kami sudah menyurati Perdoki yang membawahi dokter perusahaan. Kalau pekerja perempuan butuh cuti haid ya dikabulkan," tandasnya.

Baca juga : Ini Penjelasan Kenapa Payudara Suka Nyeri Saat Menstruasi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X