Punya Penyakit Jantung? Hindari Suhu Dingin atau Panas Saat Berlibur

Kompas.com - 15/04/2019, 19:34 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Golden period (periode emas) untuk menyelamatkan pasien serangan jantung adalah 6-12 jam sejak dimulainya serangan hingga waktu pemberian tindakan medis.

“Untuk meminimalisasi kerusakan otot jantung, paling bagus tiga jam. Pada periode ini, baik obat maupun tindakan (kateterisasi) memiliki hasil yang sama. Tapi kalau lebih dari tiga jam, maka tindakan (kateterisasi) memiliki hasil yang lebih baik,” ujar Sari menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Penyakit Jantung Menghantui Orang Indonesia, Ini Sebabnya...

Bila pasien pingsan, periode waktunya menjadi semakin sempit. Dokter Umum dan Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr Felix Samuel, M Kes, menjelaskan bahwa literatur menyebutkan bahwa periode untuk mencegah kerusakan otak akibat kurangnya suplai oksigen berkisar antara 3-9 menit, tetapi batas optimalnya pada 4-6 menit.

“Ketika terjadi henti jantung, aliran darah ikut berhenti dan otak terhenti,” kata Felix.

Dia melanjutkan, sel otak sulit untuk beregenerasi. Jadi, waktu yang sempit itu krusial. Bila sudah melebihi, pasti menimbulkan gejala sisa. Paling sering terjadi adalah koma, tetapi bisa juga terjadi kelumpuhan total.

Selagi menunggu datangnya bantuan medis, orang-orang di sekitar pasien yang mengalami serangan jantung diharapkan untuk dapat memberikan bantuan hidup dasar dalam Basic Life Support, yaitu resusitasi jantung dan paru untuk mengembalikan sirkulasi darah dan fungsi pernapasan pada korban.

Baca juga: Dada Panas, Sakit Apa? Jantung, Cedera Otot, atau Asam Lambung?

Tindakan ini meliputi pengamanan diri dan pasien, penilaian tingkat kesadaran pasien dengan menepuk bahu dan memanggil pasien, memanggil bantuan tim medis, melakukan pengecekan terhadap nadi dan jalan napas, serta melakukan tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

Sr Eka Wahyuli, Nurse Education – RS Pondok Indah Group menjelaskan bahwa CPR dilakukan dengan memberikan kompresi dada dengan kedalaman 5-6 sentimeter pada pasien dewasa sebanyak 30 kali dengan ritme 100-120 kali per menit. Di antara setiap kompresi, pastikan dada pasien telah mengembang sepenuhnya.

Tindakan ini juga diikuti dengan pemberian napas bantuan pada pasien selama dua menit dengan memencet hidung pasien hingga dadanya mengembang. Namun, pemberian napas bantuan ini hanya dapat dilakukan bila penolong memiliki pembatas khusus atau memang betul-betul mengenal pasien.

Bantuan hidup dasar ini dapat dilakukan sebanyak lima kali atau hingga bantuan medis tiba.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X