Kompas.com - 29/03/2019, 18:03 WIB
Ilustrasi anjing Husky. SHUTTERSTOCKIlustrasi anjing Husky.

KOMPAS.com - Anjing terkenal memiliki penciuman yang bagus. Menurut studi yang terbit di jurnal Nature Scientific Reports, keahlian itu tak hanya untuk mencari benda tapi juga mengenali aroma kejang.

Atas temuan ini, ahli yakin di masa depan anjing dapat melindungi manusia dari bahaya, termasuk gangguan kesehatan.

Studi sebelumnya menunjukkan, anjing mampu mendeteksi bau penyakit tertentu seperti kanker, diabetes dan malaria.

Baca juga: Ini Kunxun, Anjing Polisi Kloningan Pertama dari China

Kini, untuk mengukur kemampuan anjing dalam merasakan kejang yang dialami manusia, tim ilmuwan Perancis meneliti lima anjing, yakni Casey, Dodger, Lana, Zoey dan Roo.

Mereka diminta mengendus aroma yang spesifik terkait dengan kejang manusia.

Tim menyediakan bau yang diambil dari pasien epilepsi, termasuk bau badan yang dikeluarkan ketika sedang tenang, saat berolahraga dan saat mengalami serangan kejang.

Melansir AFP, Kamis (28/3/2019), Casey, Dodger dan Zoey dapat mengidentifikasi aroma kejang dengan presentase 100 persen. Sementara Lana dan Roo dapat mengendus dua dari tiga sampel dengan tepat.

"Hasilnya melampaui harapan kami dan studi ini juga menunjukkan bahwa ada aroma identik dari serangan epilepsi," kata Amelie Catala seorang peneliti di Universitas Rennes dan penulis utama studi.

"Kami berharap studi ini akan menjadit jalan untuk penelitian baru yang dapat membantu mengantisipasi kejang untuk membuat pasien tetap aman," imbuh dia.

Hidung anjing telah berevolusi menjadi sangat sensitif dan dapat mendeteksi senyawa organik spesifik pada konsentrasi kurang dari 0,001 bagian per miliar.

"Hidung elektronik" yang paling canggih saat ini hanya dapat mendeteksi bau yang tidak dapat tercium manusia sekitar 300 bagian per miliar.

Baca juga: Belasan Ribu Orang Indonesia Sakit akibat Gigitan Nyamuk dan Anjing

Catala mengatakan, meski anjing telah terbukti mampu mengendus penyakit kronis, percobaan ini menunjukkan mereka berpotensi mendiagnosis kesehatan akut yang berlangsung hanya beberapa menit.

"Studi tentang bau dengan menggunakan anjing merupakan metode skrining penyakit yang cepat, murah, tidak invasif, dan efektif yang sulit diidentifikasi secara normal," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.