Belasan Ribu Orang Indonesia Sakit akibat Gigitan Nyamuk dan Anjing

Kompas.com - 12/02/2019, 18:46 WIB
Salah seorang pasien demam berdarah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/2/2016). KOMPAS/RADITYA HELABUMISalah seorang pasien demam berdarah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/2/2016).

KOMPAS.com - Belasan ribu orang Indonesia sakit akibat gigitan nyamuk dan anjing. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor virus dengue memicu kejadian demam berdarah dengue, sementara gigitan anjing menyebabkan rabies.

Terbaru, kasus rabies kembali merebak di Nusa Tenggara Barat. Bupati Dompu menyatakan bahwa wilayahnya mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies

"Data terbaru ada 619 orang yang terserang rabies. Yang meninggal ada enam," kata Anung Sugihantono, Direktur Pencegahan dan Penyakit Kementerian Kesehatan pada Selasa (12/2/2018).

Anung mengungkapkan, menurut data Kemenkes, populasi anjing di NTB mencapai 5.900 ekor dan 3.100 diantaranya anjing rumahan. Tentang enam orang yang meninggal, dia mengatakan bahwa infeksinya sudah lama.

Baca juga: Jangan Sampai Orang Bicara AI, tapi Kita Masih Stunting

Kemenkes mengungkapkan, pihaknya terus mengupayakan pemberantasan rabies. "Orang dan anjingnya harus divaksin," kata Anung.

Update DBD

Sementara itu, hingga Senin (11/2/2019), jumlah orang yang terjangkit DBD mencapai 19.003 orang. "188 di antaranya meninggal," kata Anung.

Dari 34 provinsi, jumlah penderita DBD terbanyak adalah di Jawa Timur. Meski jumlahnya terus meningkat, Anung berkata bahwa tren infeksi menurun sejak 8 Februari 2019 lalu.

DBD selama ini ditanggulangi dengan pengasapan. Namun, cara paling efektif adalah memperbaiki lingkungan sehingga nyamuk tidak tumbuh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X