Ini Kunxun, Anjing Polisi Kloningan Pertama dari China

Kompas.com - 23/03/2019, 17:07 WIB
Kunxun SinogeneKunxun

KOMPAS.com – Jika dilihat sekilas, Kunxun terlihat biasa saja. Anak anjing betina itu tampak bersemangat menjalani pelatihan untuk menjadi anjing polisi di Kunming Police Dog Base, Yunnan.

Namun, Kunxun bukan anjing biasa. Ia merupakan anjing polisi kloningan pertama di China.

DNA-nya berasal dari seekor anjing betina berusia tujuh tahun, Huahuangma, yang telah memenangkan berbagai penghargaan karena berhasil memecahkan banyak kasus di kota Puer. Salah satu contoh keberhasilan Huahuangma adalah menemukan sebuah kunci hotel yang membuat para polisi dapat menahan seorang tersangka pembunuhan pada 2016.

Keahlian Huahuangma membuatnya dijuluki satu di antara 1.000. Para peneliti pun meyakini bahwa mencari anjing lain seperti Huahuangma akan membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan cara yang lebih cepat adalah mengawetkan genetikanya melalui teknik kloning.

Baca juga: Universitas China Pakai AI untuk Cek Kehadiran, Tak Bisa Titip Absen

Seperti Huahuangma, Kunxun sudah menunjukkan potensi yang luar biasa di usianya yang baru dua bulan.

Pakar analisa proyek, Wan Jiusheng, berkata bahwa Kunxun ramah terhadap manusia, selalu sigap, tidak takut gelap atau tempat asing dan memiliki indera penciuman yang hebat untuk menemukan makanan tersembunyi.

Untuk membuat Kunxun, para peneliti dari Universitas Pertanian Yunnan bekerja sama dengan Sinogene, sebuah perusahaan asal Beijing yang memang berpengalaman mengkloning hewan peliharaan.

Para peneliti di universitas tersebut mengambil DNA Huahuangma dan mengirimkannya ke Sinogene untuk dimasukkan ke dalam sebuah telur dan ditanamkan ke anjing beagle.

Baca juga: China Ubah Gen untuk Ciptakan 5 Monyet Kloningan dengan Gangguan Jiwa

Kelahiran Kunxun, diungkapkan oleh insinyur proyek Sinogene Liu Xiaojuan, dilakukan dengan metode sesar untuk mengurangi komplikasi dan meningkatkan keselamatan induk dan janin.

Wan berkata bahwa Kunxun adalah langkah pertama dari program yang bertujuan untuk menciptakan sekelompok spesimen anjing polisi berbakat.

“Pada saat ini, proses kloning anjing polisi masih baru pada tahap eksperimen. Kami berharap dalam 10 tahun ke depan, ketika teknologi menjadi semakin canggih, dapat memproduksi anjing polisi berbakat secara massal,” ujarnya.

Kunxun kini sedang menjalani pelatihan dasar untuk anak anjing polisi. Dalam enam bulan, dia akan masuk ke “universitas” untuk dilatih agar menjadi spesialis di bidang pelacakan, deteksi narkoba, keamanan atau deteksi bukti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X