Dalang Mogok Sekolah demi Perubahan Iklim Jadi Nomine Nobel Perdamaian

Kompas.com - 20/03/2019, 10:15 WIB
Aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg (16) berbicara di atas panggung saat demonstrasi murid yang menyerukan perlindungan iklim pada Jumat (1/3/2019) di depan balai kota di Hambourg, Jerman. (AFP/Alex Heimken) Aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg (16) berbicara di atas panggung saat demonstrasi murid yang menyerukan perlindungan iklim pada Jumat (1/3/2019) di depan balai kota di Hambourg, Jerman. (AFP/Alex Heimken)

"Hari pertama, saya duduk sendiri dari jam 8.30 pagi sampai 3 sore. Kemudian di hari kedua beberapa orang mulai bergabung. Setelah itu, ada semakin banyak orang bersamaku sepanjang waktu," imbuhnya.

Aksinya memukau banyak remaja dan anak muda lain yang kecewa pada orang dewasa karena dirasa lamban menangani perubahan iklim.

Dan kini aksi mogok sekolah telah dilakukan ribuan remaja di lebih dari 100 negara. Melansir AFP, para aktivis melihat aksi ini sebagai momen bersejarah yang lahir dari akar rumput untuk menekan para pemimpin dunia berbuat lebih banyak untuk lingkungan.

Kepada The Guardian Thunberg mengaku sempat depresi ketika masih anak-anak karena perubahan iklim dan kurangnya aksi nyata.

Dia sempat menceritakan ke orangtuanya tentang masalah ini dan meminta mereka mendengarkan dengan serius soal dampak perubahan iklim. Setelah itu Thunberg sadar, dia dapat melakukan hal serupa kepada lebih banyak orang.

"Saat itulah saya agak tersadar bahwa saya bisa melakukan perubahan. Dan bagaimana saya keluar dari depresi saya, saya berpikir saya hanya membuang waku bila larut dalam persaan seperti itu, padahal saya bisa melakukan banyak hal baik dalam hidup saya. Saya berusaha untuk melakukan itu sampai sekarang," ujar Thunberg.

Meski Thunberg telah menjadi pelopor protes lingkungan terbesar sepanjang sejarah dunia, tapi dia tidak mau berhenti di situ. Dia memilih fokus pada tujuan awal untuk membuat pemerintah melakukan aksi nyata dan sesegera mungkin.

Baca juga: Nasib Perubahan Iklim pada Debat Capres

Melansir The Scienties, Thunberg merasa frustasi dengan beberapa respon yang diberikan terhadap aksi pemogokannya dan ribuan remaja lain. Banyak dari mereka yang memandang sebelah mata dan tidak melakukan apapun.

"Mereka berkomentar tentang usia, penampilan dan sebagainya. Tapi emisi masih terus naik, itu yang terpenting tapi tidak diperhatikan," tukasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X