Moyang Katak dari Amerika Utara Besarnya Hanya Sekuku Jari

Kompas.com - 28/02/2019, 13:53 WIB
Ilustrasi katak Chinle di masa lalu sedang bergelantungan di rahang phytosaurus, reptil semi-akuatik yang mirip buaya.
Ilustrasi katak Chinle di masa lalu sedang bergelantungan di rahang phytosaurus, reptil semi-akuatik yang mirip buaya.

KOMPAS.com - Selama periode Trias, hewan-hewan phytosaurus yang mirip buaya kerap mencaplok binatang mirip katak. Namun karena ukurannya yang sangat kecil, tangkapan itu sering gagal.

Hal itu terbukti setelah 261 juta tahun kemudian para ilmuwan Virginia menemukan fosil makhluk kecil tepat di sebelah fosil phytosaurus.

Fosil yang diperkirakan berukuran 1,3 sentimeter atau sekuku jari itu ditemukan para ahli di Formasi Chinle Arizona Utara, Am pada Mei 2018.

Namun hingga kini para ahli belum memberi nama ilmiah, karena bukti fosil masih sangat sedikit, yakni baru ditemukan tulang pinggul dan ini belum dapat memberi gambaran jelas. Untuk sementara waktu, makhluk itu dijuluki katak Chinle.

Baca juga: Jejak Dinosaurus Langka Diselamatkan dari Banjir Bandang Australia

Michelle Stocker, ketua peneliti sekaligus asisten profesor geosains di Virginia Tech mengatakan bahwa kerangka yang ditemukan hanya beberapa ilium atau tulang pinggul yang terfragmentasi.

Untuk mencari bukti lebih, hingga saat ini mereka terus menggali dan mengamati tanah atau bebatuan dengan harapan dapat menemukan lebih banyak kerangka katak Chinle.

Stocker menyebut ini adalah katak tertua di Amerika Utara, tapi bukan nenek moyang langsung katak modern. Katak Chinle besar kemungkinan adalah kerabat jauh katak modern.

"Ini adalah kelompok katak salientian, kelompok yang mencakup katak hidup dan kerabat terdekatnya sudah mati. Kemungkinan besar katak Chinle adalah salientian tertua yang diketahui ada di dekat khatulistiwa," tulis para ahli dalam studi yang terbit di jurnal Biology Letters, Rabu (27/2/2019).

Melansir Live Science, Rabu (27/2/2019), Arizona saat periode Trias tidak seperti sekarang. Namun Grand Canyon pernah menjadi bagian dari benua Pangaeadan terletak sekitar 10 derajat di utara khatulistiwa.

Stocker dan timnya mencatat, tulang pinggul katak Chinle menunjukkan spesies itu memiliki lebih banyak bagian sama seperti katak modern dan Prosalirus atau katak awal dari era Jurassic yang ditemukan di lingkungan suku Navajo, dibandingkan Triadobatrachus atau katak dari era Trias yang ditemukan di Madagaskar.

"Ini adalah katak tertua dari dekat khatulistiwa. Secara keseluruhan katak tertua berusia sekitar 250 juta tahun, ditemukan di Madagaskar dan Polandia. Namun spesimen ini berasal dari khatulistiwa," kata Stocker.

Baca juga: Tulang Ekor Spesies Baru Dinosaurus Ini Berbentuk Jantung Hati

"Kita mungkin bisa menemukan moyang vertebrata modern lain dari masa Trias," imbuh rekan peneliti Sterling Nesbitt yang juga asisten profesor geosains di Virginia Tech.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X