Prediksi Tabrakan Galaksi yang Akan Lemparkan Bumi dari Bima Sakti

Kompas.com - 06/01/2019, 20:07 WIB
Saat cuaca cerah dan tak ada polusi cahaya, Milky Way atau Galaksi Bima Sakti bisa terlihat di langit dan difoto menggunakan kamera. Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comSaat cuaca cerah dan tak ada polusi cahaya, Milky Way atau Galaksi Bima Sakti bisa terlihat di langit dan difoto menggunakan kamera.

KOMPAS.com – Tim astrofisikawan yang dipimpin oleh Universitas Durham memperkirakan tabrakan bima sakti dan galaksi Large Magellanic Cloud (LMC) yang akan terjadi sekitar2 miliar tahun lagi.

Akibat kejadian itu, bumi bisa terlempar keluar bersama seluruh tata suryanya dari bima sakti.

“Hanya ada kemungkinan kecil kita bisa selamat dari tabrakan dua galaksi yang melemparkan kita keluar dari Bima Sakti menuju ruang antarbintang,” ujar Marius Cautun, salah satu peneliti dan penulis studi yang dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, dalam siaran pers yang dikutip oleh CNET, Kamis (3/1/2019).

Temuan Cautun dan kolega ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, LMC yang cukup dekat untuk bisa diamati dengan mata telanjang kini sedang menjauh dari bumi.

Namun, hasil observasi terbaru menunjukkan bahwa galaksi yang lebih kecil dari Bima Sakti tersebut memiliki massa yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Baca juga: 9 Fakta Galaksi Bima Sakti, dari Kisah Wayang sampai Serangan Bintang

Menggunakan data baru ini, Cautun dan kolega kemudian membuat simulasi komputer yang dapat memperkirakan pergerakan LMC. Hasilnya, lebih dari 93 persen skenario yang diprediksikan berakhir dengan LMC berputar balik dan menabrak Bima Sakti dalam waktu 1-4 miliar tahun.

Tabrakan ini memang akan terkesan sangat lambat karena berlangsung selama miliaran tahun dengan bintang-bintang LMC mendorong bintang-bintang bima sakti keluar dari orbitnya.

Akan tetapi, perkiraan 2 miliar tahun sebetulnya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang menyatakan bahwa Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi terdekatnya, yaitu Andromeda, dalam 8 miliar tahun.

Dalam tabrakan tersebut, matahari mungkin akan menjadi salah satu bintang yang terlepas dari orbitnya.

Lalu, ketika tabrakan Bima Sakti dan LMC terjadi, ujar penulis studi lainnya Carlos Frenk, akan bangkit juga lubang hitam Bima Sakti yang selama ini diam. Lubang hitam tersebut kemudian akan segera memakan gas-gas di sekitarnya dan bertumbuh besar, sembari melepaskan radiasi yang sangat terang di luar angkasa.

Baca juga: Teleskop Hubble Tangkap Gambar Galaksi Saudara Bima Sakti

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X