Eksplorasi Jupiter, Ilmuwan Siap Luncurkan Wahana ke Europa pada 2023

Kompas.com - 07/02/2019, 18:31 WIB
Foto terbaru Jupiter NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Gerald Eichstädt/Seán Doran Foto terbaru Jupiter

KOMPAS.com - Hingga saat ini, penelitian lebih banyak fokus untuk menemukan bukti-bukti yang menunjukkan jika planet Mars merupakan tempat yang layak huni.

Padahal, selain planet merah itu, masih ada kandidat lain yang sebenarnya lebih baik daripada Mars. Hanya saja memang jaraknya yang lebih jauh dari Matahari. Kandidat itu adalah Europa, satelit dari planet Jupiter.

Ilmuwan meyakini jika Europa mengandung lebih banyak air daripada Bumi. Hal ini didukung adanya temuan geyser di Eropa oleh NASA pada Desember lalu. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan dinamis antara permukaan es dengan air cair yang terdapat dibawahnya. Hal tersebut memperkuat kemungkinan jika ada kehidupan.

Baca juga: Benarkah Ada Air di Planet Jupiter? Ini Kata Ahli

Kini, NASA akhirnya mengumumkan secara resmi misi penjelajahan mereka ke Europa. NASA akan mengeksplorasi satelit Jupiter ini dengan menggunakan wahana antariksa bernama Europa Clipper yang diperkirakan akan diluncurkan sekitar tahun 2023.

Europa Clipper akan mencoba mempelajari lebih lanjut mengenai kondisi dan permukaan Europa. Wahana ini akan melakukan sekitar 40 lintasan dekat Europa dan mengumpulkan informasi penting tentang komposisi, geologi, dan bagian dalam samudra satelit yang tersembunyi.

Namun, tentu saja bagian penting dari misi ini adalah untuk memahami apakah Europa layak huni atau tidak.

"Kita belum memahami Europa, ada misteri penting yang coba kita pelajari. Dan Europa Clipper akan memberi tahu kita bagaimana satelit tersebut bekerja. Europa mungkin saja adalah lingkungan yang paling layak huni di alam semesta," kata Robert Pappalardo, ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Baca juga: Badai Petir di Jupiter Sama dengan di Bumi, Menurut Temuan Baru

Dalam rangka keberangkatan misi ini, ilmuwan NASA pun harus melakukan penelitian tambahan mengenai satelit. Studi tambahan ini akan digunakan sebagai tambahan informasi untuk membuat Europa Clipper.

Pada misi tersebut, Europa Clipper akan membawa sembilan instrumen yang akan membantu menilai apakah Europa layak huni atau tidak. Wahana akan melakukan perjalanan dalam jarak kurang lebih 25 kilometer dari permukaan untuk mengumpulkan beberapa gambar.

Namun, mengirim Europa Clipper akan menjadi misi yang tak mudah. Ilmuwan NASA harus terlibat dalam perencanaan lintasan yang akan dilalui oleh wahana supaya bisa mendekat dengan Europa. Selain itu, mereka masih dihadapkan pada penetapan anggaran untuk pengembangan wahana Europa Clipper.

"Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum misi ini benar-benar bisa terlaksana tahun 2023 nanti," kata Pappalardo.




Close Ads X