Kompas.com - 12/01/2019, 17:09 WIB

KOMPAS.com - Paus biasanya terlihat sebagai mahluk yang tenang dan lembut. Namun, sebuah penelitian baru memberikan gambaran yang berbeda mengenai mamalia tersebut.

Sekitar 35 juta tahun yang lalu, pada akhir masa Eosen, hidup paus purba raksasa yang menjelajah lautan. Paus ini berpesta pora memangsa ikan-ikan besar bahkan juga paus yang berukuran lebih kecil.

Fosil paus purba bernama Basilosaurus isis ini ditemukan pada tahun 2010 di Wadi Al-Hitan, yang berarti Lembah Paus, di barat daya Kairo Mesir. Wilayah ini merupakan Situs Warisan Dunia karena saking banyaknya fosil paus purba yang ditemukan di daerah tersebut.

Baca juga: Peneliti Bikin Ekspedisi Besar Pelajari Kotoran Paus, Buat Apa?

Meskipun sekarang lembah ini kering, namun dahulu di zaman Eosen, tempat tersebut merupakan laut dangkal yang sering dikunjungi oleh berbagai macam mahluk laut.

B isis merupakan mahluk yang luar biasa besar. Paus ini memiliki panjang mencapai 15-18 meter. Sebagai perbandingan paus modern memiliki panjang 5-7 meter, sementara paus bungkuk berkisar antara 13-16 meter.

"B isis juga memiliki moncong panjang dan dipersenjatai dengan gigi seri runcing serta gigi pipi yang tajam," kata Manja Voss, peneliti mamalia laut di Museum Berlin.

Saat ditemukan, di sekitar Fosil B isis juga terdapat sisa-sisa mahluk lain seperti hiu, ikan serta paus yang lebih kecil. Rupanya, sisa-sisa mahluk tersebut, menurut peneliti, merupakan mangsa dari B isis.

Baca juga: Gara-gara Manusia, Kadar Stres Paus Meningkat Tajam

Hal ini berdasarkan pada pemeriksaan lebih lanjut yang menyimpulkan jika terdapat bekas gigitan pada kerangka paus yang lebih kecil.

Temuan tersebut pun akhirnya mematahkan pandangan sebelumnya yang menyatakan jika B isis merupakan pemakan bangkai. Kenyataannya, B isis merupakan predator puncak pada masanya.

"Temuan ini merupakan bukti pertama dari diet B isis. Temuan juga bisa menjelaskan jika Wadi Al Hitan merupakan area perburuan dari B isis," sebut tim peneliti dari University of Michigan dan Departemen Geologi dan Paleontologi Mesir.

Lautan, 35 juta tahun yang lalu sungguh merupakan tempat yang brutal sekaligus luar biasa.

Penelitian ini telah dipublikasikan di PLOS One.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.