Kompas.com - 09/01/2019, 20:06 WIB

Salah satu alasannya mungkin nilai gizi sarapan, sebagian karena sereal diperkaya dengan vitamin.

Dalam satu studi tentang kebiasaan sarapan 1.600 orang muda di Inggris, para peneliti menemukan bahwa asupan serat dan mikronutrien, termasuk folat, vitamin C, dan kalsium, lebih baik pada mereka yang sarapan secara teratur.

Hal serupa juga ditemukan di Australia, Brasil, Kanada, dan AS.

Baca juga: Sarapan Telur Sehatkan Otak?

Sarapan juga dikaitkan dengan peningkatan fungsi otak, termasuk konsentrasi dan bahasa.

Sebuah telaah terhadap 54 studi menemukan bahwa sarapan dapat meningkatkan daya ingat, meskipun efek pada fungsi otak lainnya belum bisa disimpulkan.

Namun, salah satu peneliti dalam studi telaah tersebut, Mary Beth Spitznagel, mengatakan ada bukti "cukup kuat" bahwa sarapan meningkatkan konsentrasi —hanya saja diperlukan lebih banyak penelitian.

"Ketika meninjau studi yang menguji konsentrasi, jumlah studi yang menunjukkan manfaat sarapan persis sama dengan jumlah yang tidak menemukan manfaat," katanya.

"Dan tidak ada penelitian yang menemukan bahwa sarapan buruk bagi konsentrasi," tegasnya.

Tapi yang paling penting, menurut sejumlah pakar, adalah apa yang kita makan untuk sarapan.

Sarapan kaya protein terbukti efektif dalam mengurangi hasrat untuk makan dan konsumsi di siang dan malam hari, menurut penelitian Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation.

Sementara sereal masih menjadi favorit para konsumen sarapan di Inggris dan AS. Investigasi terbaru pada kandungan gula dalam sereal sarapan 'untuk dewasa' menemukan bahwa beberapa sereal mengandung lebih dari tiga perempat jumlah gula bebas yang disarankan di setiap porsinya.

Tetapi beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jika kita akan makan makanan manis, lebih baik melakukannya lebih awal.

Satu studi menemukan bahwa perubahan kadar hormon nafsu makan, leptin, di dalam tubuh sepanjang hari bertepatan dengan ambang terendah untuk makanan manis di pagi hari.

Baca juga: Waspadai Kandungan Gula pada Menu Sarapan

Sementara itu, para ilmuwan dari Universitas Tel Aviv telah menemukan bahwa pengaturan rasa lapar lebih baik di pagi hari.

Mereka merekrut 200 orang dewasa yang kegemukan untuk ikut serta dalam program diet selama 16 minggu. Setengah dari responden menambahkan makanan penutup untuk sarapan mereka dan setengahnya lagi tidak.

Mereka yang menambahkan makanan penutup turun berat badan rata-rata 18kg lebih. Tapi, penelitian ini tidak dapat menunjukkan efek jangka panjang.

Sebuah telaah terhadap 54 studi menemukan bahwa belum ada konsensus tentang jenis sarapan apa yang lebih sehat. Telaah itu justru menyimpulkan bahwa jenis sarapan bukanlah masalahnya, yang penting Anda makan sesuatu.

Kesimpulan Sementara

Meskipun tidak ada bukti konklusif tentang apa yang harus kita makan dan kapan, para ilmuwan sepakat bahwa kita harus mendengarkan tubuh kita sendiri dan makan ketika lapar.

"Sarapan sangat penting bagi orang yang lapar ketika mereka baru bangun," kata Johnstone.

Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menderita pradiabetes dan diabetes mungkin menemukan bahwa konsentrasi mereka lebih baik setelah sarapan dengan makanan yang indeks glikemiknya rendah seperti bubur, yang dicerna lebih lambat dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara bertahap.

Setiap tubuh memulai hari secara berbeda — dan perbedaan individu tersebut, terutama dalam hal fungsi glukosa, perlu diteliti lebih lanjut, kata Spitznagel.

Pada akhirnya, kuncinya adalah berhati-hati agar tidak terlalu menekankan pada satu waktu makan, tapi mengamati bagaimana kita makan sepanjang hari.

Baca juga: Ini Akibatnya jika Anak Tidak Sarapan Sebelum ke Sekolah

"Sarapan seimbang sangat membantu, tetapi makan teratur sepanjang hari lebih penting untuk menjaga gula darah stabil sepanjang hari, yang membantu mengendalikan berat badan dan tingkat kelaparan," kata Elder.

"Sarapan bukan satu-satunya waktu makan yang penting," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.