Temuan Baru Bakteri di Luar Angkasa Bermutasi, Apakah Berbahaya?

Kompas.com - 09/01/2019, 17:00 WIB
The Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang laluwikipedia The Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang lalu

KOMPAS.com - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bakteri di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS) sedang berevolusi dan berubah di lingkungan orbital yang aneh.

Meski begitu, para peneliti menyebut bahwa mikroba tersbeut tampaknya tidak berbahaya bagi manusia.

Ini menjadi sebuah kabar baik bagi para astronot. Pasalnya, beberapa penelitian sebelumnya berkesimpulan bahwa perjalanan ruang angkasa bisa membuat mikroba bermutasi menjadi strain yang berbahaya bagi manusia.

"Ada banyak spekulasi tentang radiasi, minimnya gravitasi, dan kurangnya ventilasi dan hal-hal lain yang bisa mempengaruhi oraganisme hidup, termasuk bakteri," ungkap Erica Hartmann, pemimpin penelitian ini dikutip dari Live Science, Selasa (08/01/2019).

Baca juga: Temuan Awal, Ada Bakteri Hidup di Otak Kita

"Ini adalah kondisi yang keras dan penuh tekanan," imbuh profesor desain biologi di Northwestern University, AS tersebut.

Sebelumnya, para ilmuwan terkemuka bertanya-tanya apakah perjalanan ruang angkasa akan meningkatkan kemungkinan bakteri berevolusi menjadi apa yang disebut sebagai superbug.

Namun, berdasarkan laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal mSystems, kemungkinan jawabannya adalah tidak.

Sebaliknya, bakteri tersebut hanya berubah untuk menghadapi kesulitan hidup mengambang di atas Bumi.

Temuan ini didapatkan ketika para ilmuwan menyadari bahwa bakteri di laboratorium apung ISS telah berubah menjadi berbeda dari bakteri di Bumi. Menurut Hartmann dan koleganya, ini adalah proses evolusi sebagai respons terhadap lingkungan penuh tekanan.

"Apalah lingkungan menjadikan mereka superbug karena beradaptasi? Jawabannya tampaknya tidak," tegas Hartmann dilansir dari The Independent, Selasa (08/01/2019).

Selain menjadi kabar baik bagi para astronot, penelitian ini penting karena ada kemungkinan di masa depan orang harus menghabiskan waktu dengan bakteri dalam perjalanan ke Bulan atau Mars.

"Orang-orang akan berada dalam kapsul kecil di mana mereka tidak dapat membuka jendela, keluar, atau melakukan sirkulasi udara untuk waktu lama," ujar Hartmann.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X