NASA Temukan Planet Baru yang Berukuran 2 Kali Lebih Besar dari Bumi

Kompas.com - 09/01/2019, 12:24 WIB
Ilustrasi planet yang baru ditemukan K2-288Bb. Ukurannya diperkirakan dua kali lipat Bumi atau sekitar setengah ukuran Neptunus. Ilustrasi planet yang baru ditemukan K2-288Bb. Ukurannya diperkirakan dua kali lipat Bumi atau sekitar setengah ukuran Neptunus.

KOMPAS.com - Para astronom berkata telah menemukan sebuah planet yang ukurannya dua kali lebih besar dari Bumi dan kemungkinan mengandung air.

Temuan ini berasal dari data teleskop ruang angkasa Kepler milik NASA yang kehabisan bahan bakar pada Oktober lalu.

Planet dengan nama K2-288Bb itu ada di zona layak huni bintangnya, kondisi yang memungkinkan adanya air di sana.

Baca juga: Baru Mengorbit 5 Bulan, Teleskop NASA Sudah Temukan 2 Planet Baru

Dilansir Science Alert, Rabu (9/1/2019) para astronom menggambarkan ukurannya tidak lazim untuk sebuah planet ekstrasurya atau planet yang mengorbit bintang di luar tata surya kita.

Beberapa planet ekstrasurya yang pernah ditemukan rata-rata 1,5 kali lebih besar dibanding Bumi. Namun K2-288Bb lain, ukurannya diperkirakan 1,9 kali lebih besar dari Bumi.

"Ini adalah penemuan yang sangat menarik karena ukurannya yang relatif tidak umum," ujar Adina Feinstein, seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Chicago dan penulis utama studi dalam keterangan resmi NASA.

Menurut rilis NASA, planet K2-288Bb ukurannya setengah Neptunus dan kaya gas, meski ada kemungkinan berbatu.

K2-288Bb di konstelasi Taurus berjarak sekitar 226 tahun cahaya.

Planet K2-288Bb mengorbit di sistem bintang yang disebut K2-288. Bintang teredup, yang berjarak sekitar 5,1 miliar mil, sepertiga lebih besar dari Matahari. Sementara yang lebih terang ukuran bintangnya setengah Matahari.

Kepler yang mengangkasa selama sembilan tahun dan kini sudah pensiun telah menemukan lebih dari 2.600 planet baru dan telah dikonfirmasi. Sekitar 50 di antaranya memiliki ukuran dan suhu yang sama dengan Bumi.

Data Kepler membantu para ilmuwan menentukan apakah sebuah planet memiliki permukaan yang padat seperti Bumi, atau berbentuk gas seperti Jupiter.

Cara ini diyakini dapat meningkatkan kemungkinan menemukan planet mirip Bumi yang mungkin memiliki kehidupan dan bisa ditinggali.

Baca juga: Resmi Sudah, Teleskop Kepler Purna Tugas

Setelah Kepler purna tugas dan tidak lagi berburu planet, NASA tengah menyiapkan teleskop ruang angkasa baru yang akan menggantikan tugas tersebut, yakni Satelit Survei Transit Exoplanet (TESS) yang rencananya akan memulai misi dua tahun pada April nanti.

Nantinya TESS akan meneliti 200.000 bintang untuk mencari planet baru seukuran Bumi.

"Berkat Kepler, kami tahu bahwa ada lebih banyak planet dibanding bintang di langit kita. Nanti TESS akan membuka mata kita akan menginformasikan tentang keberadaan berbagai planet di sekitar beberapa bintang terdekat," ujar Paul Hertz, direktur divisi astrofisika NASA pada Maret tahun lalu.

"TESS akan menciptakan jaringan lebih luas dari sebelumnya untuk semesta yang penuh misteri," tutup Paul.




Close Ads X