Baru Mengorbit 5 Bulan, Teleskop NASA Sudah Temukan 2 Planet Baru

Kompas.com - 21/09/2018, 21:05 WIB
Ilustrasi teleskop ruang angkasa NASA, TESS, siap diluncurkan 16 April 2018.
Ilustrasi teleskop ruang angkasa NASA, TESS, siap diluncurkan 16 April 2018.

KOMPAS.com - Teleskop milik Badan Antariksa AS ( NASA) bernama Transiting Exoplanet Survey Satellite ( TESS) baru saja mengorbit selama lima bulan. Tapi, selama waktu mengorbitnya, teleskop ini telah berhasil menemukan dua planet baru.

Teleskop tersebut membuat temuan planet awal yang berjuluk "Bumi super" dan "Bumi panas". Kedua planet tersebut berada dalam sistem tata surya yang berjarak 49 tahun cahaya dari Bumi.

Sayangnya, dua planet temuan TESS ini terlalu panas untuk mendukung kehidupan. Meski begitu, direktur sains TESS Sara Seager berharap temuan serupa terjadi lebih banyak.

"Kami harus menunggu dan melihat apa lagi yang ditemukan TESS," ungkap Seager dikutip dari Reuters via Yahoo News, Jumat (21/09/2018).

"Kami tahu bahwa planet-planet ada si luar sana, menghiasi langit malam, hanya menunggu untuk ditemukan," sambungnya.

TESS memang dirancang untuk menemukan planet-planet ekstrasurya (exoplanet) dalam misinya dua tahun mendatang. Ini direncanakan untuk membantu para astronom membuat katalog planet yang mengorbit pada bintang jauh.

TESS menjadi regenarasi dari pendahulunya, yaitu teleskop antariksa Kepler. Selama 20 tahun terakhir, Kepler berhasil mendokumentasikan setidaknya 3.700 exoplanet.

Temuan pertama TESS adalah planet yang diberi nama Pi Mensae c, sebuah planet berukuran lebih besar dari bumi (Bumi super). Planet ini berjarak 60 tahun cahaya dan mengorbit pada bintangnya setiap 6,3 hari.

Menurut Martin Spill, ilmuwan program NASA untuk TESS, Pi Mensae c bisa memiliki permukaan padat atau menjadi dunia air karena komposisi planet-planet tersebut adalah basis campuran.

Baca juga: Ilmuwan India Temukan Planet Baru, Satu Tahun Hanya 19,5 Hari

Sedangkan planet kedua diberi nama LHS 3844 b, sebuah planet "Bumi panas". Jaraknya dari Bumi adalah 49 tahun cahaya dengan lama orbit ke bintang induknya setiap 11 jam.

Sayangnya, planet "Bumi panas" ini masih perlu ditinjau oleh para peneliti.

"Itu, tentu saja, adalah seluruh tujuan TESS - untuk menemukan planet-planet di sekitar bintang-bintang terang paling dekat untuk melakukan karakterisasi yang sangat rinci," kata Spill.

TESS Sendiri memiliki empat kamera khusus dan metode deteksi unik yang disebut fotometri transit. Cara ini mencari periode cahaya bintang yang tampak terhalangi oleh planet yang lewat di depan mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Yahoo News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X