Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Kanker dengan Alat Tes Pernapasan

Kompas.com - 03/01/2019, 19:04 WIB
Biopsi Nafas akan diuji pada pasien dengan berbagai dugaan kanker dalam uji coba selama dua tahun.Owlstone Medical Biopsi Nafas akan diuji pada pasien dengan berbagai dugaan kanker dalam uji coba selama dua tahun.

KOMPAS.com - Sejumlah ilmuwan Inggris mengembangkan pendeteksi kanker dini dengan menggunakan alat breathalyser atau alat untuk tes pernapasan yang dinamakan Breath Biopsy.

Sebelumnya, breathalyser dikenal sebagai alat untuk memperkirakan kadar alkohol dalam darah atau blood alcohol content (BAC) berdasarkan dari sampel napas.

Dilansir dari The Guardian, Breath Biopsy dirancang untuk melacak potensi kanker dari molekul yang diembuskan oleh pasien.

Para ilmuwan berharap penemuan ini dapat menemukan metode yang lebih sederhana dan lebih murah dalam mendeteksi kanker secara dini.

Menurut mereka, metode pengecekan breathalyser memiliki potensi untuk menyelamatkan ribuan nyawa dan jutaan poundsterling dalam biaya perawatan kesehatan.

Proses penelitian

Adapun penelitian besar ini dilakukan di Rumah Sakit Addenbrooke, Cambridge, Inggris sejak dua tahun lalu. Penelitian dilakukan dengan mengambil 1.500 responden, yang terdiri dari orang yang sehat dan pasien kanker.

Awalnya, pasien yang diduga mengidap kanker esofagus dan lambung akan diminta untuk bernafas menggunakan breathalyser selama 10 menit.

Pasien mencoba tes breathalyser ini yang nantinya juga akan diperiksa kedeteksian kanker lainnya, seperti kanker prostat, ginjal, kandung kemih, hati dan pankreas.

Molekul udara yang disebut senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compunds (VOC) yang dikumpulkan dalam tes ini, kemudian akan dikirim ke laboratorium di Cambridge untuk dianalisis.

Baca juga: Bagaimana Rokok Bisa Sebabkan Kanker di Seluruh Tubuh?

Sebagai bagian dari proses metabolisme normal, sel-sel dalam tubuh memang menghasilkan berbagai VOC sebagai bagian dari proses metabolisme pada umumnya.

Selanjutnya, molekul itu menuju ke paru-paru dan muncul dalam napas. Gagasan di balik tes ini adalah kanker dapat menyebabkan perubahan yang dapat dikenali berdasarkan VOC.

Jika teknologinya terbukti andal dan akurat, pernafasan kanker bisa menjadi hal umum dalam operasi dokter umum.

Penjelasan medis

Peneliti utama dari Lembaga Penelitian Kanker Inggris atau Cancer Research United Kingdom (CRUK), Profesor Rebecca Fitzgerald mengungkapkan, pihaknya sangat perlu mengembangkan alat baru seperti tes napas ini.

Halaman:



Close Ads X