Usai Transplantasi Paru, Perempuan AS "Tertular" Alergi Kacang

Kompas.com - 02/01/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi kacang-kacanganGANCINO Ilustrasi kacang-kacangan

KOMPAS.com - Alergi merupakan sebuah gangguan tubuh yang tidak menular. Tapi, sebuah fenomena aneh dialami oleh seorang perempuan 68 tahun di Amerika Serikat.

Menurut laporan dalam jurnal Transplantation Proceeding, perempuan yang tak disebutkan namanya itu tidak pernah memiliki reaksi alergi kacang. Namun, setelah mendapatkan transplantasi paru-paru, dia mengembangkan alergi ini.

Ketika diselidiki, ternyata donor yang memberikan paru-paru pada perempuan itu memiliki alergi kacang.

Dr Mazen Odish, penulis laporan itu, mengatakan bahwa kejadian semacam ini jarang terjadi pada penerima transplantasi paru-paru.

Baca juga: Kehidupan Kedua bagi Cameron Underwood Usai Transplantasi Wajah

Menurut Odish yang juga merawat perempuan tersebut, hanya ada sekitar empat atau lima laporan kasus di mana penerima organ "tertular" alergi kacang setelah mendapatkan transplantasi paru-paru.

Mencari "Pelaku"

Sebagai informasi, perempuan ini membutuhkan transplantasi paru-paru karena dia mengalami emfisema. Emfisema sendiri adalah kondisi di mana kantong udara di paru-parunya rusak hingga sulit bernapas.

Wanita ini kemudian mendapatkan organ donor dari pria berusia 22 tahun.

Pemulihan perempuan itu mulanya berjalan baik. Hingga pada sehari sebelum dijadwalkan pulang dari rumah sakit, mendadak dia merasa sesak napas dan sulit bernapas.

Awalnya, dokter tidak menyakini mengapa dia mengalami gejala gagal pernapasan ini. Berbagai tes tidak dapat menjelaskan gejala yang dialami perempuan itu.

Ketika perempuan itu menyebut, gejalanya mulai terjadi saat dia memakan roti isi selai kacang, dokter mencurigai adanya alergi makanan.

Meski begitu, dokter tak begitu saja percaya. Apalagi perempuan itu tidak pernah mengalami masalah ketika makan kacang sebelumnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X