Kompas.com - 02/01/2019, 15:28 WIB
TANAH LONGSOR -Inilah kondisi bencana tanah longsor yang mengubur puluhan rumah warga Dukuh Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu ( 1/4/2017). Kodim Ponorogo TANAH LONGSOR -Inilah kondisi bencana tanah longsor yang mengubur puluhan rumah warga Dukuh Tingkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu ( 1/4/2017).

KOMPAS.com – Sehari sebelum tahun 2019 datang, tanah longsor terjadi di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Hingga saat ini, tanah longsor di Sukabumi itu sudah merenggut 16 nyawa dan 19 lainnya masih dalam pencarian karena dinyatakan hilang.

Tanah longsor merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi di Indonesia saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini.

Prediksi tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui prakiraan bencara tahun 2019.

Berdasarkan informasi tersebut, tanah longsor dan beberapa bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir, akan banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia pada awal tahun hingga April, serta akhir tahun nanti seiring tibanya musim hujan.

Untuk itu, penting bagi kita yang tinggal di wilayah yang rawan terjadi tanah longsor untuk memahami apa saja penyebab terjadinya tanah longsor. Penting juga untuk tahu upaya apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya pergerakan tanah tersebut.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Waspada Banjir dan Longsor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebab

Berdasarkan keterangan BNPB, tanah longsor didefinisikan sebagai salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Adapun penyebab terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut terdiri dari dua faktor, yakni faktor pendorong dan faktor pemicu. Kedua faktor ini bisa timbul akibat proses alam maupun aktivitas manusia

Apa bedanya?

Faktor pendorong adalah faktor yang memengaruhi kondisi material tanah atau batuan. Misalnya, tingginya intensitas hujan, kemiringan tanah, terjadinya pelapukan dan erosi, penebangan liar, dan pengembangan irigasi, juga sistem pertanian yang tidak memperharikan kestabilan tanah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.