Kabar Baik, Peneliti Temukan Penanda Unik Sel Kanker

Kompas.com - 06/12/2018, 14:56 WIB
Professor Matt Trau (kiri) bersama peneliti Dr Abu Sina dan Dr Laura Carrascosa dari University of Queensland Professor Matt Trau (kiri) bersama peneliti Dr Abu Sina dan Dr Laura Carrascosa dari University of Queensland

KOMPAS.com - Para peneliti University of Queensland berhasil menemukan tanda DNA unik yang biasanya ada pada berbagai jenis kanker. Hal ini berpotensi mengubah cara kedokteran modern mendiagnosis kanker terutama pada tahap dini.

Penanda sel-sel kanker tersebut ditemukan melalui pengujian darah dan jaringan biopsi.

Salah satu peneliti, Profesor Matt Trau, menjelaskan selama ini sangat sulit menemukan penanda sederhana untuk membedakan sel kanker dengan sel yang sehat.

"Kami tak menduga hal ini mungkin dilakukan, karena kanker itu sangat rumit," kata Prof Trau, yang penelitiannya diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

"Bahkan kanker payudara pun jenisnya banyak sekali, jadi kami berpikir perlu melakukan tes berbeda untuk jenis kanker berbeda," katanya kepada ABC Australia.

Para peneliti kaget ketika menemukan tanda DNA tersebut muncul pada setiap jenis kanker payudara yang mereka periksa. Begitu juga pada kanker prostat, kanker kolorektal, dan limfoma.

Baca juga: Laba-laba Mematikan Australia Jadi Kunci Bunuh Sel Kanker

"Sangat mengejutkan kami karena hal ini jadi fitur umum dalam semua jenis kanker yang kami periksa," jelas Prof Trau.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa kanker disebabkan oleh perubahan pada DNA yang mengontrol fungsi sel-sel.

"Biasanya untuk menemukan penanda kanker ini dilakukan dengan cara memeriksa urutan DNA," ujar Prof Trau.

Namun timnya melakukan pendekatan berbeda, yaitu dengan memeriksa pola-pola molekul bernama gugus metil (methyl groups) yang mendekorasi DNA dan mengendalikan aktivasi gen.

Posisi molekul-molekul ini membentuk bagian dari epigenome, yaitu instruksi yang mengontrol ekspresi gen.

Para peneliti menemukan bahwa dalam sel yang sehat, gugus metil menyebar ke seluruh genom.

Halaman:



Close Ads X