Kompas.com - 04/12/2018, 19:00 WIB
Roket SpaceX Falcon 9 diluncurkan dari Vandenberg Air Force Base membawa satelit SAOCOM 1A dan ITASAT 1 pada 7 Oktober 2018. Roket SpaceX Falcon 9 diluncurkan dari Vandenberg Air Force Base membawa satelit SAOCOM 1A dan ITASAT 1 pada 7 Oktober 2018.

KOMPAS.com - SpaceX meluncurkan roket Falcon 9 lagi Senin kemarin (3/12/2018). Peluncuran Falcon 9 kali ini terbilang spesial karena roket itu mengangkut 64 satelit sekaligus, sebuah rekor terbanyak untuk AS.

Perusahaan SpaceX yang dipimpin miliuner AS, Elon Musk, juga menandai tonggak sejarah lain dalam upaya membuat roket dapat digunakan kembali seperti pesawat terbang. Peluncuran roket mereka menggunakan pendorong daur ulang untuk ketiga kalinya.

SpaceX yang berbasis di California telah mendaratkan lebih dari 30 pendorong kembali ke Bumi dan menggunakannya kembali untuk misi selanjutnya.

Dilansir AFP, Senin (3/12/2018), di masa lalu perusahaan besar hanya menggunakan pendorong roket yang bernilai jutaan dolar AS satu kali, setelah itu ia dibuang begitu saja.

Baca juga: SpaceX Berencana Luncurkan Warga Sipil Pertama Mengelilingi Bulan

Pendaratan yang dilakukan SpaceX berjalan lancar. Beberapa menit setelah lepas landas, bagian roekt tahap pertama berpisah dengan bagian roket tahap kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendorong kemudian melepaskan mesin dan membuat pendaratan yang terkontrol di platform Samudera Pasifik. Lihat video di bawah ini.

Sementara itu, roket tahap kedua melanjutkan perjalanan ke luar angkasa sambil membawa 15 satelit mikro dan 49 CubeSats milik 34 klien yang berbeda termasuk universitas dari 17 negara seperti Korea Selatan, Perancis, dan Kazakhstan.

Peluncuran ini disewa oleh perusahaan bernama Spaceflight, yang memiliki spesialisasi dalam ruang rideshares atau mengangkut beberapa satelit pada roket yang sama.

Satelit akan ditempatkan ke orbit selama beberapa jam berikutnya.

Baca juga: Satelit Merah Putih Milik Telkom Indonesia Resmi Diluncurkan SpaceX

Tidak semua klien memiliki misi ilmiah. Misalnya museum seni nevada yang mengirimkan patung Orbital Reflector karya seniman Trevor Paglen.

"Patung Orbital Reflector dirancang mengorbit bumi selama beberapa minggu sebelum disintegrasi saat masuk kembali ke atmosfer Bumi," kata pihak museum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.